Masihkah kasih ibu tak terhingga sepanjang masa di zaman sekarang ini? entahlah, bunda! kadang saya merasa miris sendiri membaca berita ibu yg tega membunuh anaknya. Alasannya tekanan ekonomi, anak tak di-inginkan, marah pada suami, dsb menurut saya bukanlah alasan yg bisa membuat ibu tega sedemikian rupa pada darah dagingnya.
Jika merunut perjuangan seorang ibu untuk mendapatkan seorang anak, mulai dari hamil sembilan bulan, mual sedikitnya tiga bulan, hingga perjuangan hidup mati saat melahirkan, rasanya seorang ibu tidak akan tega menganiaya buah hati-nya? Sudah dua kali ini saya mendengar sendiri, ayah atau ibu yang memukul anaknya hingga menangis histeris di lingkungan rumah-ku. Sebagai tetangga, pengen banget rasanya bilang 'STOP" but takut dianggap ikut campur, akhirnya saya memlih diam.
Kejadian itu hanya bisa menyadarkan diri saya sendiri agar bisa lebih bersabar menghadapi anak. Sebagai ibu, saya akui saya bukan tipe ibu yang sangat sabar. Terkadang saya juga gemes sampe nyubit atau mukul pantat saat Keisha masih saja terus lari-larian sehabis mandi, padahal kita mau-nya cepat. Kejadian2 itu setidaknya bikin saya interopeksi diri.
Ada calon ibu yang rela berobat sana-sini agar bisa punya anak. Ada yg hamil anak cacat tapi tetap dipertahankan dengan terus berharap agar anaknya bisa normal. Begitu banyaknya perjuangan, akankah kita akan jadi ibu yang kejam setelah amanah diberikan?? Mudah-mudahan kasih ibu masih sepanjang jalan, anakku!
Wednesday, May 28, 2008
Friday, May 23, 2008
Keisha dan Cici
Sore minggu kemaren, keisha dan ayah sibuk bikin kandang buat anak ayam-nya. Kami kasih nama 'Cici'. Si Cici ini dapet gratisan lo! Ceritanya, ada Sriwijaya Expo di Benteng Kuto Besak, Palembang. Nah, waktu ibu dan temen-temen liat stand kantor, disana ada stand yg jual produk Fiesta. Untuk menarik pengunjung, mereka ngasih satu anak ayam setiap pembelian 2 produk Fiesta. Alhasil, Cici dibawa pulang buat Keisha.
Niatnya, biar keisha lebih dekat dengan alam. Lebih sayang binatang dan ga takut sama apapun. Lucunya liat dia kegelian waktu kakinya nyenggol bulu Cici nan lembut. Trus waktu dia agak panik saat Cici ngejar kaki dia.
Tuh, liat ekspresi-nya yang ikut sibuk sampe bawa sikat segala. Sekarang, Keisha sayang bgt sama ayam-nya. Tiap pulang ke rumah dan tiap bangun pagi, yang duluan ditanyain 'Cici'. Dan dia juga sudah bisa spelling 'ayam' dengan benar. Tentu dengan intonasi khas anak-anak. Duh, lucu-nya anak ibu! Jadi kangen dan pengen cepet pulang nih!
Subscribe to:
Posts (Atom)