Wednesday, December 19, 2012

A Letter for Myself

Ada-ada saja cara dosen kami disini untuk membuat kami menulis. Dan kali ini, kami disuruh membuat surat kepada diri sendiri tentang perkembangan apa yang dirasakan selama belajar di FVTC dan apa yang ingin lebih dikembangkan di masa depan. Berikut isi suratku:

Dec 16, 2012

Dear me,
 

Wednesday, December 12, 2012

talk the Talk and walk the Talk

Pernah dengar istilah itu, teman? Menurutku itulah hal yang tersulit untuk dilakukan. Mengapa? Karena kebanyakan kita lebih mudah untuk bicara daripada melakukan. Kita mudah memberi saran, memberi ceramah tapi belum tentu bisa melaksanakan sendiri apa yang kita bicarakan. Selalu lebih mudah untuk memberi tau orang lain tentang apa yang baik, tapi jarang sekali diri kita bisa memberi contoh.

Secara tidak langsung, selama disini, kredibilitas-ku terbangun. Bukan hanya dari kelas-kelas yang mengajarkan berbagai ilmu, tapi juga pribadi orang-orang yang kutemui. Katakanlah, tidak semua orang Amerika itu beriman, tapi mereka tau bahwa mereka harus berbuat yang benar, ada atau tidak ada orang lain yang menyaksikan. Menurutku, it's amazing! Karena di bumi kita yang 90% muslim, justru masih banyak kasus korupsi dan kriminalitas lainnya.

Aneh? Memang. Kejujuran buat orang Amerika adalah hal yang mutlak. No compromise. Bukan karena mereka takut akan hukum tapi karena tau, bahwa setiap tindakan yang mereka lakukan adalah bagian dari diri mereka, kredibilitas. Dosenku bilang, 'jika kamu tidak ingin orang lain membaca di koran pagi tentang apa yang kamu lakukan, jika kamu tidak ingin ibu-mu tau dan malu saat mendengar kamu melakukan sesuatu hal, maka JANGAN lakukan. Itu saja kuncinya'.

Di sisi ini, aku bukan ingin mendewakan keunggulan orang Amerika. Bukan. Hanya ingin sekedar menceritakan bagaimana sebenarnya kita bisa membangun negeri kita, mulai dari diri sendiri. Mulai dari 'talk the Talk dan walk the Talk'. Yok mari... Practice all you preach. Mulai hari ini, mulai dari sini.