Aku selalu menikmati perjalanan. Sendiri, berdua, ramai-ramai. Kemana pun. Tentunya lebih asyik sama orang yang juga se-ide, se-tujuan, dan sama menikmati perjalanan yang kita habiskan berdua. Kalaupun tidak ada teman, tidak akan mengurangi keindahan dan malah memberi banyak ruang untuk lebih berkontemplasi atas keberadaan diri sendiri.
Hidup itu sendiri sejatinya adalah perjalanan. Menuju suatu tujuan, yang acapkali berbeda antara satu orang dengan orang yang lain. Lalu bagaimana jika dalam hidup kita se-kendaraan dengan orang yang berbeda tujuan? Biarlah kita jalani hidup itu, dengan saling menghargai tujuan hidup masing-masing. Kita tidak berhak memaksa orang lain untuk sepaham dengan tujuan kita, karena kita sendiri tidak mau dipaksa untuk mengikuti tujuan hidup orang lain. Setuju?
Sudah terlalu banyak hal aneh yg terjadi dalam hidup dan bertambah satu keanehan tidak akan banyak merubah keadaan. Begitu pikirku. Jika pada ujung persimpangan, sudah habis waktu yang harus kita jalani bersama, biarlah kita ambil jalan masing-masing. Tanpa penyesalan, tanpa dendam. Jalan masih panjang, mari kumpulkan semangat untuk terus menjadi mahkluk yang bermanfaat bagi umat lain, terlebih bagi diri sendiri.
Tuesday, April 26, 2011
Wednesday, April 20, 2011
Kartini jaman ini
Hari ini, 21 April. Means, hari Kartini, begitu orang Indonesia menyebutnya. Mengapa ia begitu istimewa? Karena ia berbeda dari perempuan-perempuan lain pada jamannya. Kartini mencari jalan keluar, ia tidak nrimo dengan keadaan. Dengan caranya sendiri, ia menunjukkan kepada dunia bahwa perempuan Indonesia mampu berkarya, mampu menjadi partner, penerang. Lalu seperti apa perempuan jaman ini?
Kalau aku boleh mengelompokkan perempuan yang ada jaman ini, maka berikut adalah pembagiannya.
1) perempuan yang bekerja, aktif, pintar namun ambisius. Baginya kerja dan keluarga sama pentingnya. Namun tentu terkadang, ada pihak yang harus mengalah. Konsekuensi tinggi bagi pria yang memilih perempuan jenis ini. Karena ia tidak mudah dilarang, baginya harus selalu ada alasan yang logis. Suami adalah partner bukan majikan.
2) perempuan bekerja yang sekadarnya, hanya untuk aktualisasi diri bukan karir. Keluarga tetap yang utama. Suami senang karena ia akan ada dirumah sebelum suaminya pulang. Ia akan menyiapkan makan malam sebisanya dan mengatur anak-anak. Konsekuensi, pemberi kerja harus siap-siap memberi banyak cuti agar perempuan ini bisa mendampingi anak-anaknya ujian sekolah atau ikut suaminya tugas keluar kota.
3) perempuan rumahan yang sexy, pintar masak dan tau bagaimana menyenangkan suami serta mengurus anak-anaknya dengan baik. Baginya rumah adalah istananya. Konsekuensi, rumah tangga yang aman sentosa tapi suami harus berjuang mencari nafkah sendirian. Istri bukan partner.
Lalu yang bagaimana kah pilihan Anda? Jangan lupa tiap pilihan membawa konsekuensinya masing-masing.
Perempuan-perempuan....! Jadilah Kartini untuk dirimu sendiri, keluargamu dan orang-orang disekitarmu. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Kalau aku boleh mengelompokkan perempuan yang ada jaman ini, maka berikut adalah pembagiannya.
1) perempuan yang bekerja, aktif, pintar namun ambisius. Baginya kerja dan keluarga sama pentingnya. Namun tentu terkadang, ada pihak yang harus mengalah. Konsekuensi tinggi bagi pria yang memilih perempuan jenis ini. Karena ia tidak mudah dilarang, baginya harus selalu ada alasan yang logis. Suami adalah partner bukan majikan.
2) perempuan bekerja yang sekadarnya, hanya untuk aktualisasi diri bukan karir. Keluarga tetap yang utama. Suami senang karena ia akan ada dirumah sebelum suaminya pulang. Ia akan menyiapkan makan malam sebisanya dan mengatur anak-anak. Konsekuensi, pemberi kerja harus siap-siap memberi banyak cuti agar perempuan ini bisa mendampingi anak-anaknya ujian sekolah atau ikut suaminya tugas keluar kota.
3) perempuan rumahan yang sexy, pintar masak dan tau bagaimana menyenangkan suami serta mengurus anak-anaknya dengan baik. Baginya rumah adalah istananya. Konsekuensi, rumah tangga yang aman sentosa tapi suami harus berjuang mencari nafkah sendirian. Istri bukan partner.
Lalu yang bagaimana kah pilihan Anda? Jangan lupa tiap pilihan membawa konsekuensinya masing-masing.
Perempuan-perempuan....! Jadilah Kartini untuk dirimu sendiri, keluargamu dan orang-orang disekitarmu. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Tuesday, April 19, 2011
FREE
<:-P Uhuy...! Today, I received my first payment as freelance translator and get two new jobs. I'm happy! Its like a dream come true. Get paid on doing what you really fond of.
Allah, you're so kind. You gave me a very good replacement of bad things that happen yesterday. Thank you.
And now, I'm proudly claim myself as FREELANCE Translator. Hope this is the new road which You meant for me. Amin.
Allah, you're so kind. You gave me a very good replacement of bad things that happen yesterday. Thank you.
And now, I'm proudly claim myself as FREELANCE Translator. Hope this is the new road which You meant for me. Amin.
Monday, April 18, 2011
Perahu Kertas
Akhir minggu ini kuhabiskan dengan membaca, dan spt biasa jika ada buku yg menarik, aku tak bisa lepas membacanya hingga selesai. Hingga tengah malam, bahkan sampai besok siangnya. Candunya sungguh nikmat...
Perahu kertas, karya Dewi Lestari sudah jadi target sejak beberapa waktu namun selalu urung karena khawatir isinya tak sebagus harapanku. Tapi ternyata, aku tidak salah. Its qualified... Meski dengan tema cerita yang ringan, Dee sukses membuatku menangis saat membaca buku ini. Karena isinya sangat mirip dengan mimpi2ku.
Tapi dongeng dan kenyataan adalah dua hal yang jauh berbeda.
Buku ini bergaya cerita bersambung, menceritakan alur hidup mahasiswa yang harus bergulat dengan cita-cita masa kecilnya sekaligus dipaksa realistis menghadapi kenyataan hidup. Diselingi kisah cinta yang indah tapi tetap mampu menyampaikan pembelajaran.
Mungkin akan ada yang heran, knapa aku bisa menangis hanya dengan membaca cerita ringan spt ini? Jawabnya, karena ia memberikan kesadaran atas keberadaanku. I'm standing alone, totally. Anggaplah cinta romantis itu ada, tapi itu bukan bagianku. Mungkin tidak semua orang diciptakan dengan belahan jiwa, karena aku merasa utuh dengan kesendirian.
Dan hari ini, kesimpulan ku terbukti. Hufh... berat ! Tapi tak ada seorangpun yang bisa kuandalkan selain diri sendiri dan sisanya kusandarkan pada yang Maha Kuat. Sebisa mungkin merangkai istana impianku, tapi hari ini, rasanya pintu bangunan itu tertutup, pelan-pelan. Atau mungkin ini bukan waktu yang tepat? Aku hanya bisa yakin Allah punya rencana yang aku tidak mengerti. Dan meski seluruh makhluk bersekutu mewujudkannya, tidak akan berhasil jika Allah tidak meridhoi. Semoga ini hanya penundaan, karena aku masih menyimpan harap. Beri aku cahayaMu, ya Rabb. Beri aku kemampuan mencerna apa hikmah yang Kau sembunyikan dalam ini semua.
Melajulah perahu kertasku. Bawalah mimpiku kembali pada saatnya. Aku menunggu.
Perahu kertas, karya Dewi Lestari sudah jadi target sejak beberapa waktu namun selalu urung karena khawatir isinya tak sebagus harapanku. Tapi ternyata, aku tidak salah. Its qualified... Meski dengan tema cerita yang ringan, Dee sukses membuatku menangis saat membaca buku ini. Karena isinya sangat mirip dengan mimpi2ku.
Tapi dongeng dan kenyataan adalah dua hal yang jauh berbeda.
Buku ini bergaya cerita bersambung, menceritakan alur hidup mahasiswa yang harus bergulat dengan cita-cita masa kecilnya sekaligus dipaksa realistis menghadapi kenyataan hidup. Diselingi kisah cinta yang indah tapi tetap mampu menyampaikan pembelajaran.
Mungkin akan ada yang heran, knapa aku bisa menangis hanya dengan membaca cerita ringan spt ini? Jawabnya, karena ia memberikan kesadaran atas keberadaanku. I'm standing alone, totally. Anggaplah cinta romantis itu ada, tapi itu bukan bagianku. Mungkin tidak semua orang diciptakan dengan belahan jiwa, karena aku merasa utuh dengan kesendirian.
Dan hari ini, kesimpulan ku terbukti. Hufh... berat ! Tapi tak ada seorangpun yang bisa kuandalkan selain diri sendiri dan sisanya kusandarkan pada yang Maha Kuat. Sebisa mungkin merangkai istana impianku, tapi hari ini, rasanya pintu bangunan itu tertutup, pelan-pelan. Atau mungkin ini bukan waktu yang tepat? Aku hanya bisa yakin Allah punya rencana yang aku tidak mengerti. Dan meski seluruh makhluk bersekutu mewujudkannya, tidak akan berhasil jika Allah tidak meridhoi. Semoga ini hanya penundaan, karena aku masih menyimpan harap. Beri aku cahayaMu, ya Rabb. Beri aku kemampuan mencerna apa hikmah yang Kau sembunyikan dalam ini semua.
Melajulah perahu kertasku. Bawalah mimpiku kembali pada saatnya. Aku menunggu.
Thursday, April 14, 2011
You'll meet a tall dark stranger
Film dengan judul yang sama. Bercerita tentang seorang kurator art gallery, yang menikah dengan seorang penulis. Si penulis sudah kehilangan ide setelah buku pertamanya melejit, kemudian ia jatuh cinta dengan seorang gadis yang tinggal di apartemen seberang rumahnya. Si istri yang kurator, diam-diam juga jatuh cinta dengan bosnya.
Ibu mertua nya yang sudah menikah selama 40th, juga bercerai, karena suami-nya tidak bisa menerima bahwa istrinya sudah menua. Si suami dengan alasan, menginginkan anak lagi, mencari istri muda, seorang aktris film porno.
Penulis tsb akhirnya berani mendekati gadis apartemen sebelah dan merayu-nya untuk membatalkan pernikahan. Si istri sendiri, kemudian berusaha mendekati si bos, namun kemudian menyadari bahwa ternyata bos-nya seorang don juan. Ingin mengalihkan rasa kecewa-nya, ia berniat membuka gallery sendiri dengan meminjam uang ibunya. Rencana tsb gagal, karena ibunya percaya ramalan yang mengatakan bukan saat yg tepat untuk memulai usaha.
Ayahnya yang menikah juga kecewa, karena pada akhirnya si aktris berselingkuh. Gadis apartemen sebelah membatalkan pernikahannya demi sang penulis, yang ternyata mencuri tulisan temannya yang sedang koma.
Setiap orang diceritakan punya masalah. Dan disini, kita hanya disadarkan bahwa bagaimanapun keadaannya, bersyukur atas apa yang kita miliki, jauh lebih mudah daripada terus menerus mencari kekurangan atas hidup. Dan memecahkan masalah yang ada lebih penting, daripada terus bersembunyi atau berlari dari kenyataan yang ada. C'est la vie.
Ibu mertua nya yang sudah menikah selama 40th, juga bercerai, karena suami-nya tidak bisa menerima bahwa istrinya sudah menua. Si suami dengan alasan, menginginkan anak lagi, mencari istri muda, seorang aktris film porno.
Penulis tsb akhirnya berani mendekati gadis apartemen sebelah dan merayu-nya untuk membatalkan pernikahan. Si istri sendiri, kemudian berusaha mendekati si bos, namun kemudian menyadari bahwa ternyata bos-nya seorang don juan. Ingin mengalihkan rasa kecewa-nya, ia berniat membuka gallery sendiri dengan meminjam uang ibunya. Rencana tsb gagal, karena ibunya percaya ramalan yang mengatakan bukan saat yg tepat untuk memulai usaha.
Ayahnya yang menikah juga kecewa, karena pada akhirnya si aktris berselingkuh. Gadis apartemen sebelah membatalkan pernikahannya demi sang penulis, yang ternyata mencuri tulisan temannya yang sedang koma.
Setiap orang diceritakan punya masalah. Dan disini, kita hanya disadarkan bahwa bagaimanapun keadaannya, bersyukur atas apa yang kita miliki, jauh lebih mudah daripada terus menerus mencari kekurangan atas hidup. Dan memecahkan masalah yang ada lebih penting, daripada terus bersembunyi atau berlari dari kenyataan yang ada. C'est la vie.
Tuesday, April 12, 2011
pablo poem's
"and that's why i have to go back
to so many places
there to find myself
and constantly examine myself
with no witness but the moon
and then whistle with joy,
ambling over rocks and clods of earth,
with no task but to live,
with no family but the road."
Pablo Neruda
dan karena itulah aku harus kembali...
ke begitu banyak tempat
untuk menemukan diriku
dan terus-menerus menguji keberadaanku
tanpa saksi, kecuali sang bulan
kemudian, aku bersiul dengan riang
bertengger diatas batu dan gumpalan awan
tanpa kewajiban apapun, kecuali bertahan hidup
tanpa keluarga, kecuali para jalanan
to so many places
there to find myself
and constantly examine myself
with no witness but the moon
and then whistle with joy,
ambling over rocks and clods of earth,
with no task but to live,
with no family but the road."
Pablo Neruda
dan karena itulah aku harus kembali...
ke begitu banyak tempat
untuk menemukan diriku
dan terus-menerus menguji keberadaanku
tanpa saksi, kecuali sang bulan
kemudian, aku bersiul dengan riang
bertengger diatas batu dan gumpalan awan
tanpa kewajiban apapun, kecuali bertahan hidup
tanpa keluarga, kecuali para jalanan
Monday, April 11, 2011
Untukku by Chrisye
Kemana langkahku pergi
Slalu ada bayangmu
Ku yakin makna nurani
Kau takkan pernah terganti
Saat lautan kau sebrangi
Janganlah ragu bersauh
Ku percaya hati kecilku
Kau takkan berpaling
(Duet):Walau ke ujung dunia
Pasti akan kunanti
Meski ketujuh samudra
Pasti ku kan menunggu (3x)
Karena ku yakin, kau hanya untukku
Karena ku yakin, kau hanya untukku
Hanya untukku
Seseorang yang baik hati mengirimkan lagu ini untukku. Mmm...terima kasih! Lagu ini membuatku berpikir tentang sendu-mu yang terpisah jauh dari keluarga. You loved them so much, so did they. Pilihan untuk mewujudkan hidup dan masa depan yang lebih baik, menjadikan kalian berjarak. I'm proud of you! Karena kalian mampu bertahan. Semoga Allah mengumpulkan kalian kembali dengan rahmatNya. Cinta kalian begitu indah dan murni. Persis seperti janji Allah, laki-laki yang baik untuk wanita yang baik pula.
Lalu aku? Aku tidak pernah berpikir untuk mendapatkan cinta seindah itu, setidaknya tidak lagi. Its not me. Aku hanya punya diriku. Cintaku untuk orang-orang yg kukasihi dan tidak pernah berharap sebaliknya. Semua itu telah melekat erat bagai tanda lahir yang takkan pernah pudar. Mari terus melangkah, sayang! Lakukan yang terbaik yang kita bisa, dengan niat yang baik pula. Dan semoga dengan itu semua, Allah berkenan memberikan rahmatNya pada kita. Amin
Slalu ada bayangmu
Ku yakin makna nurani
Kau takkan pernah terganti
Saat lautan kau sebrangi
Janganlah ragu bersauh
Ku percaya hati kecilku
Kau takkan berpaling
(Duet):Walau ke ujung dunia
Pasti akan kunanti
Meski ketujuh samudra
Pasti ku kan menunggu (3x)
Karena ku yakin, kau hanya untukku
Karena ku yakin, kau hanya untukku
Hanya untukku
Seseorang yang baik hati mengirimkan lagu ini untukku. Mmm...terima kasih! Lagu ini membuatku berpikir tentang sendu-mu yang terpisah jauh dari keluarga. You loved them so much, so did they. Pilihan untuk mewujudkan hidup dan masa depan yang lebih baik, menjadikan kalian berjarak. I'm proud of you! Karena kalian mampu bertahan. Semoga Allah mengumpulkan kalian kembali dengan rahmatNya. Cinta kalian begitu indah dan murni. Persis seperti janji Allah, laki-laki yang baik untuk wanita yang baik pula.
Lalu aku? Aku tidak pernah berpikir untuk mendapatkan cinta seindah itu, setidaknya tidak lagi. Its not me. Aku hanya punya diriku. Cintaku untuk orang-orang yg kukasihi dan tidak pernah berharap sebaliknya. Semua itu telah melekat erat bagai tanda lahir yang takkan pernah pudar. Mari terus melangkah, sayang! Lakukan yang terbaik yang kita bisa, dengan niat yang baik pula. Dan semoga dengan itu semua, Allah berkenan memberikan rahmatNya pada kita. Amin
Friday, April 8, 2011
conflict of interest
"We can define a conflict of interest as a situation in which a person has a private or personal interest sufficient to appear to influence the objective exercise of his or her official duties as, say, a public official, an employee, or a professional."
Source: Chris MacDonald, Michael McDonald, and Wayne Norman, “Charitable Conflicts of Interest”, Journal of Business Ethics 39:1-2, 67-74, August 2002. (p.68)
Status seorang teman di FB pagi ini, membuatku tertarik untuk mengulas hal ini. Konflik interest?! Makhluk jenis apakah itu? Dikatakan konflik, karena ada pertentangan. Antara yang seharusnya dengan yang kita lakukan. Tujuan pelaksanaan (niat) jadi menyimpang dari yang seharusnya, karena terselip kepentingan pribadi, apapun bentuknya. Lalu bagaimana ini disikapi?
Orang yang mempunyai konflik kepentingan tentu akan membela diri dengan menyatakan bahwa prilakunya sah saja untuk diperbuat tapi bagaimana dengan orang lain, rekan kerja? Perusahaan? Tidakkah mereka merasa dirugikan? Menurutku, disinilah letak sah tidaknya. Jika, kepentingan pribadi kita masih dalam batas bisa ditoleransi dan tidak merugikan orang lain, baik rekan kerja, perusahaan atau masyarakat dalam scope yang lebih luas, maka bisa dikatakan prilaku kita dapat dimaklumi sebagai tingkah yang wajar. Karena setiap orang punya kepentingan lain, diluar tanggung jawabnya (katakanlah sebagai pegawai).
Namun, jika kepentingan pribadi porsinya jauh lbh besar daripada pelaksanaan kewajiban, maka sudah saatnya kita intropeksi diri. Sudah amanah kah kita?
Ada lagi yang mengesahkan tindakannya karena merasa tidak puas dengan kondisi perusahaannya. Lalu siapa yang memaksa Anda untuk bertahan, bung? Itu semua pilihan. Jika kita tidak bisa merubah arah angin, maka kita yang harus merubah arah terbang.
Subscribe to:
Posts (Atom)