Film dengan judul yang sama. Bercerita tentang seorang kurator art gallery, yang menikah dengan seorang penulis. Si penulis sudah kehilangan ide setelah buku pertamanya melejit, kemudian ia jatuh cinta dengan seorang gadis yang tinggal di apartemen seberang rumahnya. Si istri yang kurator, diam-diam juga jatuh cinta dengan bosnya.
Ibu mertua nya yang sudah menikah selama 40th, juga bercerai, karena suami-nya tidak bisa menerima bahwa istrinya sudah menua. Si suami dengan alasan, menginginkan anak lagi, mencari istri muda, seorang aktris film porno.
Penulis tsb akhirnya berani mendekati gadis apartemen sebelah dan merayu-nya untuk membatalkan pernikahan. Si istri sendiri, kemudian berusaha mendekati si bos, namun kemudian menyadari bahwa ternyata bos-nya seorang don juan. Ingin mengalihkan rasa kecewa-nya, ia berniat membuka gallery sendiri dengan meminjam uang ibunya. Rencana tsb gagal, karena ibunya percaya ramalan yang mengatakan bukan saat yg tepat untuk memulai usaha.
Ayahnya yang menikah juga kecewa, karena pada akhirnya si aktris berselingkuh. Gadis apartemen sebelah membatalkan pernikahannya demi sang penulis, yang ternyata mencuri tulisan temannya yang sedang koma.
Setiap orang diceritakan punya masalah. Dan disini, kita hanya disadarkan bahwa bagaimanapun keadaannya, bersyukur atas apa yang kita miliki, jauh lebih mudah daripada terus menerus mencari kekurangan atas hidup. Dan memecahkan masalah yang ada lebih penting, daripada terus bersembunyi atau berlari dari kenyataan yang ada. C'est la vie.
No comments:
Post a Comment