Monday, April 18, 2011

Perahu Kertas

Akhir minggu ini kuhabiskan dengan membaca, dan spt biasa jika ada buku yg menarik, aku tak bisa lepas membacanya hingga selesai. Hingga tengah malam, bahkan sampai besok siangnya. Candunya sungguh nikmat...


Perahu kertas, karya Dewi Lestari sudah jadi target sejak beberapa waktu namun selalu urung karena khawatir isinya tak sebagus harapanku. Tapi ternyata, aku tidak salah. Its qualified... Meski dengan tema cerita yang ringan, Dee sukses membuatku menangis saat membaca buku ini. Karena isinya sangat mirip dengan mimpi2ku.
Tapi dongeng dan kenyataan adalah dua hal yang jauh berbeda.

Buku ini bergaya cerita bersambung, menceritakan alur hidup mahasiswa yang harus bergulat dengan cita-cita masa kecilnya sekaligus dipaksa realistis menghadapi kenyataan hidup. Diselingi kisah cinta yang indah tapi tetap mampu menyampaikan pembelajaran.

Mungkin akan ada yang heran, knapa aku bisa menangis hanya dengan membaca cerita ringan spt ini? Jawabnya, karena ia memberikan kesadaran atas keberadaanku. I'm standing alone, totally. Anggaplah cinta romantis itu ada, tapi itu bukan bagianku. Mungkin tidak semua orang diciptakan dengan belahan jiwa, karena aku merasa utuh dengan kesendirian.

Dan hari ini, kesimpulan ku terbukti. Hufh... berat ! Tapi tak ada seorangpun yang bisa kuandalkan selain diri sendiri dan sisanya kusandarkan pada yang Maha Kuat. Sebisa mungkin merangkai istana impianku, tapi hari ini, rasanya pintu bangunan itu tertutup, pelan-pelan. Atau mungkin ini bukan waktu yang tepat? Aku hanya bisa yakin Allah punya rencana yang aku tidak mengerti. Dan meski seluruh makhluk bersekutu mewujudkannya, tidak akan berhasil jika Allah tidak meridhoi. Semoga ini hanya penundaan, karena aku masih menyimpan harap. Beri aku cahayaMu, ya Rabb. Beri aku kemampuan mencerna apa hikmah yang Kau sembunyikan dalam ini semua.

Melajulah perahu kertasku. Bawalah mimpiku kembali pada saatnya. Aku menunggu.

No comments:

Post a Comment