yesterday, I was very sad. I'm just trying to speak but what I've got in return? nothing. he even shout at me. I cannot understand. did I do something wrong? I dont think so.
And the most thing that make me sad is that I was trying to ask for help at the time. I then, retrieve myself. Promise myself, that I'll never ask for help again. or even try not to speak again. belajar apatis. tidak peduli.
you could imagine how to live with a statue. without any conversation. I'll give all my obligations but I'll not let myself drowning in pain. I'll live in my way.
I dont even care. Maybe talking to the moon was better. Eventhough, the moon will not reply but I know he is understanding what I'm saying.
Thursday, June 30, 2011
Tuesday, June 28, 2011
Rindu??
tanpa sengaja aku mampir ke lokasi catatan maya seorang teman, seseorang yang begitu positif, begitu penuh semangat dimataku. namun dengan catatan itu, ada sesuatu yang sedikit terbuka tentangnya. dia penuh kerinduan. sesuatu yang selama ini tidak terlihat. hmmm...
well, aku bukan ingin bercerita tentang dia tapi tentang kerinduan itu sendiri. sebenarnya apa yg kita rasakan saat sedang rindu? keinginan untuk melihat, menyentuh atau bahkan hanya mendengar suaranya. karena apa? karena kita pernah bertemu, bersama dan kemudian tidak. lalu jika kita playback, bahwa kita tidak pernah bertemu, tidak pernah bersama lalu apa yang bisa kita rindukan? tidak ada.
kerja otak bukanlah mengingat tapi me-rekontruksi, ia menyusun kembali potongan-potongan yang tersimpan, sesuai yang kita inginkan lalu jika ada bagian potongan itu yang kita hilangkan, rekonstruksi itu akan menjadi tidak lengkap. dan mungkin akan runtuh. sekarang masalahnya, akankah kita berkeinginan untuk menghapusnya?
aku tidak. kerinduan akanmu, begitu adanya. aku biarkan saja mengalir. mungkin jika sewaktu-waktu aku ingat, akan kuambil bagian termanisnya dan membuatku tersenyum. dan jika aku kadang sedih saat mengingat bagian pahitnya, biarlah aku ambil sepatu lariku dan berlari sekuat aku mampu. setelahnya aku akan bilang kepada diriku 'its just something stupid'.
well, aku bukan ingin bercerita tentang dia tapi tentang kerinduan itu sendiri. sebenarnya apa yg kita rasakan saat sedang rindu? keinginan untuk melihat, menyentuh atau bahkan hanya mendengar suaranya. karena apa? karena kita pernah bertemu, bersama dan kemudian tidak. lalu jika kita playback, bahwa kita tidak pernah bertemu, tidak pernah bersama lalu apa yang bisa kita rindukan? tidak ada.
kerja otak bukanlah mengingat tapi me-rekontruksi, ia menyusun kembali potongan-potongan yang tersimpan, sesuai yang kita inginkan lalu jika ada bagian potongan itu yang kita hilangkan, rekonstruksi itu akan menjadi tidak lengkap. dan mungkin akan runtuh. sekarang masalahnya, akankah kita berkeinginan untuk menghapusnya?
aku tidak. kerinduan akanmu, begitu adanya. aku biarkan saja mengalir. mungkin jika sewaktu-waktu aku ingat, akan kuambil bagian termanisnya dan membuatku tersenyum. dan jika aku kadang sedih saat mengingat bagian pahitnya, biarlah aku ambil sepatu lariku dan berlari sekuat aku mampu. setelahnya aku akan bilang kepada diriku 'its just something stupid'.
Monday, June 27, 2011
kejahatan
hari ini sebuah kejadian kembali berulang di rumah kedua-ku (baca : kantor). Pencurian. betapa menyedihkan karena hampir 90% terindikasi pelaku-nya adalah orang dalam. pertanyaan berikutnya adalah, kenapa? siapa? tidakkah cukup apa yang sudah diterima dari kantor?
memaknai kata cukup memang tak mudah, namun tidaklah mustahil. selalu ada yang kita butuhkan, atau lebih tepatnya, yang kita inginkan. karena sebenarnya untuk bertahan hidup, kita tak butuh banyak. sepiring nasi sudah lebih. lalu kenapa ada dahaga yang tak pernah terpuaskan? manuasiawi, selalu itu jawaban yang biasa kita dengar sebagai pembenaran. meski ada manusia-manusia yang bisa merasa cukup dengan keberadaannya.
kembali ke pencurian, menurutku inilah kejahatan paling buruk. karena ia mengarahkan orang lain untuk berpraduga, menuduh dan membuat orang terjebak dalam dosa juga. bagaimana dengan membunuh? itu kan, pencurian juga. dalam bentuk lain, mencuri nyawa orang lain. lalu korupsi? itu juga pencurian, mengambil yang bukan hak-nya. mencuri hak orang lain.
manusia memang berproses, tapi alangkah baiknya jika proses itu mengarah ke arah kebaikan, berbagi dalam kebaikan. menyadari betapa rapuh keimanan dan betapa singkat waktu yang kita punya. \mengingat itu semua, kembali kita pada kesadaran yang entah akan bertahan berapa lama. hidup yang sebentar harusnya diisi dengan ribuan kebaikan yang bermanfaat, bagi diri sndiri, bagi keluarga dan orang-orang di sekitar kita. semoga dengan kebaikan yang kita tebarkan, Allah berkenan melimpahkan kasih sayang dan ampunannya. karena hanya itu yang bisa kita harapkan saat ini.
nothing more.
memaknai kata cukup memang tak mudah, namun tidaklah mustahil. selalu ada yang kita butuhkan, atau lebih tepatnya, yang kita inginkan. karena sebenarnya untuk bertahan hidup, kita tak butuh banyak. sepiring nasi sudah lebih. lalu kenapa ada dahaga yang tak pernah terpuaskan? manuasiawi, selalu itu jawaban yang biasa kita dengar sebagai pembenaran. meski ada manusia-manusia yang bisa merasa cukup dengan keberadaannya.
kembali ke pencurian, menurutku inilah kejahatan paling buruk. karena ia mengarahkan orang lain untuk berpraduga, menuduh dan membuat orang terjebak dalam dosa juga. bagaimana dengan membunuh? itu kan, pencurian juga. dalam bentuk lain, mencuri nyawa orang lain. lalu korupsi? itu juga pencurian, mengambil yang bukan hak-nya. mencuri hak orang lain.
manusia memang berproses, tapi alangkah baiknya jika proses itu mengarah ke arah kebaikan, berbagi dalam kebaikan. menyadari betapa rapuh keimanan dan betapa singkat waktu yang kita punya. \mengingat itu semua, kembali kita pada kesadaran yang entah akan bertahan berapa lama. hidup yang sebentar harusnya diisi dengan ribuan kebaikan yang bermanfaat, bagi diri sndiri, bagi keluarga dan orang-orang di sekitar kita. semoga dengan kebaikan yang kita tebarkan, Allah berkenan melimpahkan kasih sayang dan ampunannya. karena hanya itu yang bisa kita harapkan saat ini.
nothing more.
Friday, June 24, 2011
cinta
Saat Anda mencintai seseorang, bukankah Anda akan menjaga baik-baik sebuah barang yang ia titipkan pada Anda, apapun caranya? Itu baru orang. Lha kalau Anda mencintai Tuhan, bukankah Anda akan menjaga suami/istri yang Ia amanahkan pada Anda, apapun caranya? Beranikah Anda seenaknya meninggalkan titipan-Nya begitu saja? Apalagi jika Anda meyakini bahwa Ia Maha Mengawasi setiap hal yang Anda lakukan? Apalagi jika Anda juga meyakini bahwa Ia selalu punya maksud baik dengan memasangkan Anda dengan titipan-Nya? ~teddy
Membaca tulisan ini bikin tercenung, sebegitu besarkah amanah atas seorang istri atau seorang suami? Lalu kenapa ada perasaan bahwa kita tidak saling menjaga, sibuk dengan tujuan hidup masing-masing? Mungkin hanya cara nya yang berbeda. Mungkin kita sudah dianggap saling mengerti bahkan tanpa berbicara, sepatah katapun? Mungkin karena istri sudah bisa sholat dengan baik, karenanya tidak lagi dianggap perlu imam? Mungkin karena istri sudah dianggap bisa memutuskan sendiri, karenanya tidak lagi perlu masukan? Begitukah? Selalu ada timbal balik, selalu ada sebab akibat. Kadang aku berpikir, siapakah yang sebenarnya berubah? Atau dari awal sudah seperti ini adanya? Aku bahkan sampai lupa kapan terakhir kali bicara lebih dari 2 kalimat.
Ada keletihan. Ada kejengahan. Yang ada saat ini, hanya status quo, mempertahankan apa yang ada. Tak pernah tau apakah masing-masing bahagia dengan keberadaan orang lainnya? Perlukah dipertanyakan?
Membaca tulisan ini bikin tercenung, sebegitu besarkah amanah atas seorang istri atau seorang suami? Lalu kenapa ada perasaan bahwa kita tidak saling menjaga, sibuk dengan tujuan hidup masing-masing? Mungkin hanya cara nya yang berbeda. Mungkin kita sudah dianggap saling mengerti bahkan tanpa berbicara, sepatah katapun? Mungkin karena istri sudah bisa sholat dengan baik, karenanya tidak lagi dianggap perlu imam? Mungkin karena istri sudah dianggap bisa memutuskan sendiri, karenanya tidak lagi perlu masukan? Begitukah? Selalu ada timbal balik, selalu ada sebab akibat. Kadang aku berpikir, siapakah yang sebenarnya berubah? Atau dari awal sudah seperti ini adanya? Aku bahkan sampai lupa kapan terakhir kali bicara lebih dari 2 kalimat.
Ada keletihan. Ada kejengahan. Yang ada saat ini, hanya status quo, mempertahankan apa yang ada. Tak pernah tau apakah masing-masing bahagia dengan keberadaan orang lainnya? Perlukah dipertanyakan?
Sunday, June 19, 2011
lagu lama
Grey sky morning (vertical horizon)
now you sailed away
into a grey sky morning
now I'm here to stay
love can be so boring
nothing quite the same now
I just say your name now
but it's not so bad
you're the best I've ever had
You don't want me back
you're just the best I've ever had
It may take sometimes to fetch me up inside
but I can't take it so I run away and hide
And I may find in time that
you're always right
you're always right
Hari ini aku inget lagu ini, lagu lama. Jaman kuliah. Kenapa tiba-tiba inget? Mungkin karena ada kesamaan kejadian. Dulu, kaset vertical horizon pernah aku berikan kepada seseorang sebagai hadiah ultah. Well, pacar pertama sebenarnya. Yang kalo diingat2 lucu banget. Dia ga sengaja liat aku lewat didepan kampus, dengan langkah cepat dan gaya super cuek. Aku juga heran kenapa sikap spt itu justru menarik perhatian orang. Lalu berkat bantuan seorang teman, kami dikenalkan dan kemudian dijodohkan.
Aku yang blm pernah pacaran, iseng aja pengen coba. Kenapa enggak? So, singkatnya kami jadian. Cuma ketemu sesekali karena jam kuliahku pagi dan dia siang. Klo kebetulan aku ada les bahasa sampe sore, kami janjian trus pulang bareng naek bis. Dan kejadian yang paling lucu, adalah saat dia nganterin aku pulang mlm2 dan sendalnya masuk comberan. hahaha...
Dia orang baik, teman yang baik. Tapi ternyata orang baik dan teman yang baik, belum tentu asyik buat diajak jalan. Akhirnya aku yang minta kami kembali menjadi teman. Dia kaget tapi akhirnya bisa nerima. Kejadian spt ini (aku sebagai pengambil keputusan), beberapa kali berulang. Dan aku yang sebenarnya, ingin mereka yang jadi korban keputusanku, bisa membela diri. Memintaku berpikir lagi, membuatku menimbang lagi atau bahkan memohon agar bisa kembali. Tapi tidak ada yang bisa. Semua hanya bisa bilang setuju dengan anggukan lemah. I hate that.
Mungkinkah ini karma? atau memang sudah jadi bagianku? Adikku bilang, dia selalu tidak bisa mengangkat muka di hadapanku, tidak bisa bilang tidak. Tidak berani membantah. Lalu apakah hal yang sama berlaku juga untuk semua lelaki yang ada di depanku? Yang jika aku tidak membukakan pintu, maka tidak ada yang berani mengetuk atau bahkan mendobrak pintu hati? What a man...!
This is it. C'est la vie. Hidup terus berjalan, jalani saja. Apa yang akan terjadi, terjadilah. Allah yang maha berkehendak, termasuk untuk membolak balik qolbu. Aku lelah berencana.
now you sailed away
into a grey sky morning
now I'm here to stay
love can be so boring
nothing quite the same now
I just say your name now
but it's not so bad
you're the best I've ever had
You don't want me back
you're just the best I've ever had
It may take sometimes to fetch me up inside
but I can't take it so I run away and hide
And I may find in time that
you're always right
you're always right
Hari ini aku inget lagu ini, lagu lama. Jaman kuliah. Kenapa tiba-tiba inget? Mungkin karena ada kesamaan kejadian. Dulu, kaset vertical horizon pernah aku berikan kepada seseorang sebagai hadiah ultah. Well, pacar pertama sebenarnya. Yang kalo diingat2 lucu banget. Dia ga sengaja liat aku lewat didepan kampus, dengan langkah cepat dan gaya super cuek. Aku juga heran kenapa sikap spt itu justru menarik perhatian orang. Lalu berkat bantuan seorang teman, kami dikenalkan dan kemudian dijodohkan.
Aku yang blm pernah pacaran, iseng aja pengen coba. Kenapa enggak? So, singkatnya kami jadian. Cuma ketemu sesekali karena jam kuliahku pagi dan dia siang. Klo kebetulan aku ada les bahasa sampe sore, kami janjian trus pulang bareng naek bis. Dan kejadian yang paling lucu, adalah saat dia nganterin aku pulang mlm2 dan sendalnya masuk comberan. hahaha...
Dia orang baik, teman yang baik. Tapi ternyata orang baik dan teman yang baik, belum tentu asyik buat diajak jalan. Akhirnya aku yang minta kami kembali menjadi teman. Dia kaget tapi akhirnya bisa nerima. Kejadian spt ini (aku sebagai pengambil keputusan), beberapa kali berulang. Dan aku yang sebenarnya, ingin mereka yang jadi korban keputusanku, bisa membela diri. Memintaku berpikir lagi, membuatku menimbang lagi atau bahkan memohon agar bisa kembali. Tapi tidak ada yang bisa. Semua hanya bisa bilang setuju dengan anggukan lemah. I hate that.
Mungkinkah ini karma? atau memang sudah jadi bagianku? Adikku bilang, dia selalu tidak bisa mengangkat muka di hadapanku, tidak bisa bilang tidak. Tidak berani membantah. Lalu apakah hal yang sama berlaku juga untuk semua lelaki yang ada di depanku? Yang jika aku tidak membukakan pintu, maka tidak ada yang berani mengetuk atau bahkan mendobrak pintu hati? What a man...!
This is it. C'est la vie. Hidup terus berjalan, jalani saja. Apa yang akan terjadi, terjadilah. Allah yang maha berkehendak, termasuk untuk membolak balik qolbu. Aku lelah berencana.
Friday, June 17, 2011
no strings attached
Actor: Natalie Portman, Aston Kutcher
“Friendship has its benefit”. Itulah motto dua orang sahabat yang akhirnya terlibat dalam sex-mutual relationship. Keduanya sepakat untuk berhubungan tanpa melibatkan cinta. Well. Sebenarnya ini karena si perempuan tidak mau repot dengan urusan cemburu, sakit hati dan lain-lain. Dan meski cowok tadi sdh menunjukkan tanda-tanda bahwa dia cinta.
Disetujui atau tidak, diketahui atau tidak, hubungan seperti ini sudah umum di lingkungan kita. Setiap orang berhak punya penilaian dan pemikiran masing-masing. Tentu, orang yang taat beragama akan menyatakan bahwa tindakan ini tidak bermoral. Tapi kegiatan ini tidak merugikan orang lain kan? Toh, mereka suka sama suka. Lalu, menurut orang yang ekonomis, mereka akan bilang kegiatan ini ‘cost effective’. Xixixi…
Dan menurut ku sebagai leisure addictive, its acceptable. Why? Because it is your right to have sex with anyone you want. Its your body. And the impact, also will be yours. Selama kamu tau resikonya dan mau bertanggung jawab atas itu, then its fine. Soal dosa? Itu juga bagian dari tanggung jawab pribadimu dalam hubungan dengan Tuhan. Karena aku termasuk orang yang percaya bahwa hubungan dengan Tuhan adalah hubungan yang sangat personal. Hanya kita dan Dia yang tau, tidak ada yang berhak menilai, atau menghakimi. Karena tidak semua hal dalam pandangan mata, memiliki esensi yang sama di mata Tuhan.
Back to the movie. Akhirnya setelah hubungan yang putus sambung, keduanya menyadari bahwa mereka saling butuh, lebih dari sekedar sex. They has love in between. A lot of sex scenes, that why this film only for adult.
Thursday, June 16, 2011
lost in translation
Only by a small book cost 10,000 rupiah, I was fully inspired to be translator. Yes, it has been my passion since a very long time, but I don't know yet how to do it commercially. I'm always fond to do translation for charity, help for friends, and mainly for hobby. But this amazing book, showed me how to start to become professional translator. YES....!
It takes just not more than half an hour to finish reading it and I'm eager to jump into translation world. I begin to send application to online agency, ask them whether they need a freelance staff. And guess what? One of the agency, reply my email quickly. They ask me to translate two paragraph into Bahasa and I send them back the result. They seems quite happy to see it. And then, the journey begin. They've been my regular agent for translating document. Any kinds of documents and I learn a lot from those writing.
Payments? Until now, they are a trusted partner. Eventough, I've been paid in rather 'small fee' but I take it as a learning tools. Afterall, I consider this as hobby, and the money only as compliment. Its not so small fee, as it has financed my leisure trip to Bali recently ^_^
One of my first journey as interpreter also begin not so long ago. WBH has a workshop on monitoring and evaluation in cooperation with Caritas Australia. And the visitor from Australia has no Bahasa capacity at all, due to lack of staff, they ask me to assist the visitor in the workshop. Wow...! I rather has no confident to do this at first but all my acquitances said, Go for it! I surely can do my best. Then, I convinced myself to join these offer. Its been a very impressive experience. I learn many things, meets new people and earn a sum of money. xixixi...
For now, I'm still on long search for better rate but I'm not complaining. What I've been received from the translation is worth more than money. I love to be lost in this unique world.
It takes just not more than half an hour to finish reading it and I'm eager to jump into translation world. I begin to send application to online agency, ask them whether they need a freelance staff. And guess what? One of the agency, reply my email quickly. They ask me to translate two paragraph into Bahasa and I send them back the result. They seems quite happy to see it. And then, the journey begin. They've been my regular agent for translating document. Any kinds of documents and I learn a lot from those writing.
Payments? Until now, they are a trusted partner. Eventough, I've been paid in rather 'small fee' but I take it as a learning tools. Afterall, I consider this as hobby, and the money only as compliment. Its not so small fee, as it has financed my leisure trip to Bali recently ^_^
One of my first journey as interpreter also begin not so long ago. WBH has a workshop on monitoring and evaluation in cooperation with Caritas Australia. And the visitor from Australia has no Bahasa capacity at all, due to lack of staff, they ask me to assist the visitor in the workshop. Wow...! I rather has no confident to do this at first but all my acquitances said, Go for it! I surely can do my best. Then, I convinced myself to join these offer. Its been a very impressive experience. I learn many things, meets new people and earn a sum of money. xixixi...
For now, I'm still on long search for better rate but I'm not complaining. What I've been received from the translation is worth more than money. I love to be lost in this unique world.
Saturday, June 4, 2011
the untold story
I’m coming home today, from almost ten days of work and a short holiday. What did I get? Very.. very… much. Some sad and some happy.
Aku ketemu dengan seorang teman, arsitek yang sudah berhasil tapi disisi lain, dia gundah karena belum menikah. Yang sebelumnya kupikir tidak lagi penting buat seseorang seperti dia, tapi ternyata aku salah. Buat dia, menikah dan punya keluarga itu tetap penting. Kami ngobrol banyak, kami sepaham dalam banyak hal meski dia sudah banyak berubah, mungkin karena lingkungan Bali.
Obrolan dengannya membukakan mataku. Aku jadi lebih berminat untuk menjadi freelance, tidak terikat kerja penuh waktu. Mungkin aku bisa lebih serius menjadi translator dan interpreter. Semoga jalan ke arah ini dipermudah. Dengan jadi freelance, aku akan bisa punya kebebasan waktu untuk anak-anak, dan tetap sambil berkarya dari rumah. Dan bisa liburan kapanpun aku mau, teutep…!
Masalah hati memang sulit, tapi aku berusaha meneguhkan diri. Cukuplah anak-anak yang jadi prioritasku. Aku akan jadi full time mom sampai mereka siap melangkah sendiri dan kuat menghadapi hidup. Bagiku, tidak boleh ada yang setengah-setengah. Kalo mau bekerja, aku akan jadi wanita karir yang dedikatif begitu juga bila aku memutuskan jadi ibu. After all, apa yang kucari dalam hidup? Aku hanya ingin melihat anak2 berkembang jadi pribadi yang kuat sambil tetap menikmati surgaku, berkeliling ke tempat-tempat baru. Disatu bagian kecil dalam hatiku, aku tetap berdo’a agar suatu hari bisa menghabiskan waktu tua-ku bersamamu. Mungkin saat itu, anak2 kita sudah dewasa, kita akan jadi orang tua yang tetap produktif sambil sesekali berlibur, berjalan ditepi pantai, menikmati matahari terbenam sambil berpegangan tangan. mmm....
Subscribe to:
Posts (Atom)