Saturday, June 4, 2011

the untold story


I’m coming home today, from almost ten days of work and a short holiday. What did I get? Very.. very… much. Some sad and some happy.

Aku ketemu dengan seorang teman, arsitek yang sudah berhasil tapi disisi lain, dia gundah karena belum menikah. Yang sebelumnya kupikir tidak lagi penting buat seseorang seperti dia, tapi ternyata aku salah. Buat dia, menikah dan punya keluarga itu tetap penting. Kami ngobrol banyak, kami sepaham dalam banyak hal meski dia sudah banyak berubah, mungkin karena lingkungan Bali.

Obrolan dengannya membukakan mataku. Aku jadi lebih berminat untuk menjadi freelance, tidak terikat kerja penuh waktu. Mungkin aku bisa lebih serius menjadi translator dan interpreter. Semoga jalan ke arah ini dipermudah. Dengan jadi freelance, aku akan bisa punya kebebasan waktu untuk anak-anak, dan tetap sambil berkarya dari rumah. Dan bisa liburan kapanpun aku mau, teutep…!

Masalah hati memang sulit, tapi aku berusaha meneguhkan diri. Cukuplah anak-anak yang jadi prioritasku. Aku akan jadi full time mom sampai mereka siap melangkah sendiri dan kuat menghadapi hidup. Bagiku, tidak boleh ada yang setengah-setengah. Kalo mau bekerja, aku akan jadi wanita karir yang dedikatif begitu juga bila aku memutuskan jadi ibu. After all, apa yang kucari dalam hidup? Aku hanya ingin melihat anak2 berkembang jadi pribadi yang kuat sambil tetap menikmati surgaku, berkeliling ke tempat-tempat baru. Disatu bagian kecil dalam hatiku, aku tetap berdo’a agar suatu hari bisa menghabiskan waktu tua-ku bersamamu. Mungkin saat itu, anak2 kita sudah dewasa, kita akan jadi orang tua yang tetap produktif sambil sesekali berlibur, berjalan ditepi pantai, menikmati matahari terbenam sambil berpegangan tangan. mmm....

No comments:

Post a Comment