Grey sky morning (vertical horizon)
now you sailed away
into a grey sky morning
now I'm here to stay
love can be so boring
nothing quite the same now
I just say your name now
but it's not so bad
you're the best I've ever had
You don't want me back
you're just the best I've ever had
It may take sometimes to fetch me up inside
but I can't take it so I run away and hide
And I may find in time that
you're always right
you're always right
Hari ini aku inget lagu ini, lagu lama. Jaman kuliah. Kenapa tiba-tiba inget? Mungkin karena ada kesamaan kejadian. Dulu, kaset vertical horizon pernah aku berikan kepada seseorang sebagai hadiah ultah. Well, pacar pertama sebenarnya. Yang kalo diingat2 lucu banget. Dia ga sengaja liat aku lewat didepan kampus, dengan langkah cepat dan gaya super cuek. Aku juga heran kenapa sikap spt itu justru menarik perhatian orang. Lalu berkat bantuan seorang teman, kami dikenalkan dan kemudian dijodohkan.
Aku yang blm pernah pacaran, iseng aja pengen coba. Kenapa enggak? So, singkatnya kami jadian. Cuma ketemu sesekali karena jam kuliahku pagi dan dia siang. Klo kebetulan aku ada les bahasa sampe sore, kami janjian trus pulang bareng naek bis. Dan kejadian yang paling lucu, adalah saat dia nganterin aku pulang mlm2 dan sendalnya masuk comberan. hahaha...
Dia orang baik, teman yang baik. Tapi ternyata orang baik dan teman yang baik, belum tentu asyik buat diajak jalan. Akhirnya aku yang minta kami kembali menjadi teman. Dia kaget tapi akhirnya bisa nerima. Kejadian spt ini (aku sebagai pengambil keputusan), beberapa kali berulang. Dan aku yang sebenarnya, ingin mereka yang jadi korban keputusanku, bisa membela diri. Memintaku berpikir lagi, membuatku menimbang lagi atau bahkan memohon agar bisa kembali. Tapi tidak ada yang bisa. Semua hanya bisa bilang setuju dengan anggukan lemah. I hate that.
Mungkinkah ini karma? atau memang sudah jadi bagianku? Adikku bilang, dia selalu tidak bisa mengangkat muka di hadapanku, tidak bisa bilang tidak. Tidak berani membantah. Lalu apakah hal yang sama berlaku juga untuk semua lelaki yang ada di depanku? Yang jika aku tidak membukakan pintu, maka tidak ada yang berani mengetuk atau bahkan mendobrak pintu hati? What a man...!
This is it. C'est la vie. Hidup terus berjalan, jalani saja. Apa yang akan terjadi, terjadilah. Allah yang maha berkehendak, termasuk untuk membolak balik qolbu. Aku lelah berencana.
No comments:
Post a Comment