Friday, December 23, 2011

Berkas, semakin dekat...

Ja...

Kemaren sudah ada email lagi dari CCIP, minta kirim berkas2 termasuk copy paspor. Mimpiku semakin dekat. huhf... bermacam rasa berbunga. Sayangnya, aku tidak bisa menemukan file aplikasi yang pernah aku buat sebelumnya, terpaksa ketik ulang dari hardcopy yang masih tersimpan.

Dan kau tau, ja. Ada satu bagian  yang memintaku menuliskan pengalaman yang kurasa paling sulit yang pernah kualami, dan menceritakan bagaimana aku melaluinya. Satu-satunya yang kuingat adalah kisah proyek robot kita. megaproyek yang hampir gagal, tapi urung gagal karena kita berdua sama keras kepala. Aku menceritakannya dengan baik, dan saat ada tim pewawancara yang bertanya, apa yg bisa dikerjakan robot kita, aku bilang 'banyak..!'. Oh, mungkin karena itu, ga 100% berhasil, karena terlalu banyak yang harus ia lakukan. xixixi...

Aku masih ingat betapa irinya aku saat tau kau akan ke Sidney untuk training. Kita selalu bersaing dari dulu kan? Kali ini aku akan membalas kekalahanku, kau lihat saja. Aku akan terbang lebih jauh darimu. Dan saat suatu hari keluarga besar EB kumpul lagi, kita akan berbagi cerita. Miss you all, guys. Do'akan agar mimpiku merubah nyata.

Note:
¬Ini semua demi kamu juga. Seseorang yang sudah sangat jauh disana, namun tetap jadi inspirasi terbesarku. Ayuk akan wujudkan mimpi-mimpi kita, dek.

Tuesday, December 20, 2011

I am Nominee

Hi, dear...! Sore ini sebelum ashar, aku terima email pemberitahuan dari CCIP. Mr.MCoy memberitahukan bahwa aku sekarang adalah nominee dari program CCIP. Uhuy...! Hampir tak percaya kabar baik ini akan kuterima lebih cepat dari perkiraan. Bergetar rasanya, email itu kubaca berulang-ulang. Ingin melompat, berteriak dan segera memberitahukan ke semua orang terdekatku. Meski masih harus menunggu proses seleksi akhir dari Amerika dan pengurusan visa tapi rasanya mimpi itu makin dekat.

Alhamdulillah, jalanku dipermudah. Terima kasih atas restumu, sayang! Dukunganmu dan semua pengorbanan yang engkau berikan, semoga engkau ridho hingga Allah berkenan memberikan ridha Nya padaku pula. Amin.

Now, waiting for another good news. Hopefully.

Thursday, December 8, 2011

First Interview

08.12.2011


Today, I have my first contact with Aminef people. They invited me to come for interview. It was scheduled at 2 pm. So, I still able to come to the office as usual. Fortunately, my boss is giving me permission to leave for few hours, eventough she got a bit shock when I told her about the programme.

The trip from office to Aminef office, was quite as I've planned and I arrived on time. I met one of other candidates from Banjarmasin, a energetic young man.

It was almost on time when I finally called to come in. Ms. Mita explained to me briefly about what will be asked and how I supposed to do inside the interview room. They are four people, two women and two men. Mainly they asking about my personality, my background and my purposes in applying. I feel calm and I sound clear. But, they seems to doubt my availability to go a long way abroad because I have two kids,
However, I've try my best and I leave it to God to do the rest. Jika Allah berkehendak, maka tak ada yang tak mungkin. Amin

Monday, November 21, 2011

CCIP part 1

CCIP Scholarship
Just another dream to catch

Ini mungkin satu bagian dari hidup yang akan jadi monumen dalam hidupku, going abroad!! Secara tidak sengaja aku membaca iklan tentang beasiswa ini di Kompas. Iseng aku klik web yang diinformasikan disana, melihat syarat-syarat yang sepertinya bisa dipenuhi, kepalaku segera penuh dengan ide. Kenapa tidak mencoba? Ayo...!

Mulai dengan TOEFL, mencari lembaga penyelenggara ITP yang bisa memberi hasil sebelum deadline ( 1 Nov), yang akhirnya kuputuskan ke Universitas Jambi. (hasilnya, alhamdulillah sepadan dengan perjalanan 6 jam kesana). Langkah berikutnya, menyiapkan terjemahan ijazah dari lembaga yang certified. Sempat terpikir untuk meminta bantuan agency penterjemah-ku di Jakarta, mereka juga sangat mau membantu tapi atas saran my hubby, aku mengirimkan berkas ijazah ke lembaga bahasa Unsri.

Berikutnya, mengisi formulir dengan baik dan benar. Yang ternyata, tidak semudah yang kukira sebelumnya. Alhasil semua dokumen siap 3 hari sebelum deadline. Aku percayakan pada Tiki JNE. Malam bsknya, aku periksa di web, dokumen tercatat sudah diterima. Oke, fase pertama sudah dilalui. Waktunya berdo'a agar syarat2 administrasi-ku lengkap.

Sambil menunggu pengumuman, aku mempersiapkan paspor. Seperti dah yakin aja bakal lolos? Bukan hanya itu alasannya. Alasan utama karena aku akan segera pindah kerja di JKT, dan akan lbh repot mengurus paspor jika sudah diminta. Lagipula, paspor akan berlaku selama 5 tahun, masih bisa dipake buat travelling ^_^

Perkiraanku pas, paspor siap diambil sebelum aku brkt ke JKT. And....! I got the email last week. Memberitahukan bahwa aku dipanggil buat interview di Jakarta tgl 30 Nov nanti (persis seperti rencana sebelumnya, ketika sudah kerja di Jakarta, aku akan punya lebih banyak keleluasaan untuk datang interview dan mengurus berbagai hal). Semoga...! Jika Allah berkenan, aku akan diberi kemudahan. Amin

Book Review

On the Road : Cerita Hati Pengguna Kereta
Baban Sarbana

"Buku kecil dengan cerita-cerita pendek dari pengalaman sehari-hari penulis, diambil dari kejadian-kejadian yang dialaminya sebagai pengguna angkutan umum (terutama kereta Bogor-JKT). Ada hikmah, ada lucu, ada sedih. Kejadian harian yang mungkin juga sering kita alami sendiri namun terlewat begitu saja. Semua tercampur dalam satu buku yang ringan tapi bermakna. Sayang terlalu banyak kata yang salah ketik, mungkin editor-nya yang kurang teliti.@

Excuse Moi
Margarita Astaman

"Buku kecil lain tentang perlakuan diskriminasi antar ras (cina khususnya). Penulis yang orang Indonesia, pernah kuliah dan tinggal di Singapura membandingkan perlakuan yang ia terima saat berada disana dengan perlakuan orang kita (indonesia) terhadap etnisnya. Mungkin bagi orang yang tidak pernah merasakan betapa tidak enaknya diskriminasi, tidak akan mengerti dan tidak akan menganggap perlu pembahasan ini. Namun, bagi yang pernah dan tau bagaimana rasanya, akan memahami sakit dan tidak manusiawi-nya tindakan rasis itu. Aku pernah, aku merasakan. Aku tau rasanya diperlakukan tidak adil dan karenanya tidak akan melakukan hal yang sama terhadap orang lain. @

Bali Today 2 :Love and Social Life
Pengarangnya orang prancis, lupa namanya.


"Buku kecil ini ditulis dalam bahasa inggris, hasil pengamatan penulisnya terhadap kehidupan asli masyarakat Bali, adat mereka, cerita hidup sehari-hari. Sebagian cerita juga ditulis oleh co-writer yang orang Bali, dan pernah diterbitkan dikoran setempat. Bahasanya mudah dipahami meski tidak sehalus British English. Adat Bali tersirat jelas juga cerita-cerita cinta yang tampaknya mustahil masih terjadi dijaman skrg ini (misal cerita penculikan yang berujung kawin lari). Ternyata, buku ini dibuat dari hasil pengamatan 10 tahun lebih, pantas saja...!

Monday, October 10, 2011

10th of october

Here I am now, waiting. Without anything to do, or maybe exactly anything that could attract my attention rather than thinking of you. What am I expecting? Its only words. But why do I miss them so badly? I dont know. I feel empty.

Please say something, dear. I need to hear from you. I always wish you all the best. Not only for today but for all of your life. May every happiness be with you, every luck is arround you and all the good thing is following you. HDB.

Tuesday, October 4, 2011

Book's review


The Last Words of Chrisye
‘Apa yang ada di pikiran seseorang ketika tau waktunya tinggal sedikit?’ Buku ini menceritakan akhir2 hidup Chrisye, kekhawatirannya, harapan2nya saat ia tau hidupnya akan berakhir dengan kanker. Meski pada awalnya, Chrisye sempat merasa down karena tidak lagi mampu berkarya, namun pada akhirnya dia bisa lebih menerima keadaan bahkan bersyukur karena diberi sakit, agar bisa merenungi hidup yang telah dilaluinya.
Begitu berat perjuangan menahan sakit yang tiada tara, dukungan keluarga yang sangat kuat mampu membuatnya bertahan hingga detik2 akhir. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari buku ini. Agar kita senantiasa bersyukur atas setiap detik yang kita miliki, agar kita lbh menyimpan suka bukan menjadi penabung duka.  Dan berbuat yang terbaik atas semua kesempatan yang diberikan kepada kita. Amin

Toto chan’s Children: Anak-anak Toto Chan.
Bercerita mengenai pengalaman Toto Chan sebagai duta Unicef, mengelilingi negara2 miskin, negara2 yang dalam keadaan perang. Melihat penderitaan anak2 yang tidak mengerti apa2 dan berusaha sebisa mungkin mengumpulkan bantuan untuk mereka.
Sungguh merasa terharu membacanya, mengingat bagaimana jika kita yang berada dalam posisi yang sama? Bagaimana sedihnya seorang ibu yang tidak bisa memberikan makanan yang baik untuk bayinya, memberikan pertolongan untuk anak2 nya yang sakit.
Begitu banyak anak2 di luar sana yang masih kelaparan, kedinginan bahkan tidak punya obat saat terluka. Saat aku membacanya, aku perlihatkan foto2 didalam buku tsb kepada anak2ku, agar mereka lebih bisa bersyukur atas semua yang mereka miliki sekarang. Terima kasih ya Allah atas semua rahmatMu. Jadikanlah kami hamba2Mu yang mampu bersyukur.

Saturday, September 3, 2011

September

Oh, dear. It's already september now. Time run so fast and we'll left behind if we cannot try to run at the same speed as they are.


Bulan lalu, aku ngapain aja ya? Mm.. lumayan sibuk. Ada beberapa job terjemahan yang lumayan banyak, hingga menyita waktu2 malamku diawal ramadhan, lalu sempat libur singkat sambil orientasi kerja di JKT. Oia, soal jakarta, seminggu sudah kuhabiskan waktu dengan mereka disana dan sekarang, tinggal menunggu offering dari mereka, jika mereka memang butuh saya dan selanjutnya, mencari ketetapan hati yang final, jika pada akhirnya tawaran itu datang. Tapi... jika pun tidak ada tawaran, sudah ada planning berikutnya. Kami (aku dan my bro) sudah berencana membuat terjemahan menjadi sumber penghasilan yang lebih serius. Rejeki kan ditangan Allah, bukan ditangan siapa2, lalu kenapa harus takut? Kita hanya perlu berusaha untuk meraihnya.

Lebaran ini kuhabiskan di kampung suami, menjalin silahturahmi dengan kelluarga disana. Di palembang, aku berusaha menjalin lagi hubungan dengan teman2 sekolah yang dulu sempat dekat. Murni, hanya untuk menjalin silahturahmi, bukan yang lain. Tidak ada yang perlu dibanggakan atau disombongkan karena apalah yang kupunya, jika semua hanya pinjaman. Bertemu lagi dengan mereka, seperti memberi oase baru. Membuatku lebih banyak bersyukur atas semua nikmat dan kesempatan yang telah diberikan Allah kepadaku. Aku ikut senang melihat mereka yang sudah settle dengan keluarga, atau masih berjuang dengan karirnya. Semua ada warna tersendiri.
Namun, masih ada satu orang yang masih sangat kurindukan, semoga besok lusa aku diberi kesempatan bertemu dengannya, sumber inspirasiku. Amin

Thursday, August 18, 2011

bad


This whole week, I’m being in here, Jakarta. In the office where we’re met before. Everything came to my mind, again, it was you.
I’m trying my best to put them away but as I’m not expected, you even came to my dream. Am I missing you that bad?
I’m glad to know that you’ve settled, happily but in the other side, I’m in the process to manage my mind, my heart, just to be able to forget. I dont know when and how, I hope someday we could meet again and talk each other like an old friend. That’s all.

Monday, August 15, 2011

jejak langkah


Puas rasanya aku, menapaki bekas jejak langkah kita di semua tempat yang pernah kita singgahi dulu. Dan seketika aku merindukanmu. Entah apa rencana Allah membawaku kembali ke sini, tapi kumohon, ya Rabb.Kuatkan aku dalam niat yang lurus. Aku ingin menjaga semua kepercayaan dan amanah yang diberikan kepadaku, dengan sebaik-baiknya. Jauhkan aku dari semua hambatan, mudahkan jalanku. Jika ini memang bagian yang Engkau suratkan bagiku, aku ikhlas.

Ampuni semua kesalahan kami dan semoga Engkau memberikan rahmatMu bagi hambamu yang hina ini.

~do'aku menjelang buka di pertengahan puasa, Jakarta.

Tuesday, July 19, 2011

about us

tersebutlah seseorang. aku merasa mengenalnya jauh sebelum kami bertatap muka. lalu kata terurai diantara kami, bagai kapas yang dipintal menjadi benang. benang yang mendekatkan aku dan kamu. semakin banyak hal yang dibagi membuat cerita menjadi utuh dan hidup. tidak dalam sekejap tapi perlahan aku merasakan perasaan yang indah. perasaan sayang. tidak selalu mudah mengungkapkan apa yang kita rasa. aku hanya ingin "merasa" tanpa menginginkan apa-apa, kecuali terus merasakan keindahan yang sama.

mungkin kita adalah makhluk yang memiliki energi yang sama sehingga kita saling terkoneksi dengan mudah. mempunyai frekuensi dan radar yang nyaris mirip hingga sentuhan itu terasa hangat dan menggetarkan. kini...9 bulan berlalu dari kedekatan kita. semua cerita telah usai dituturkan, semua kekaguman usai diungkapkan dan gelora didada juga sudah reda? lalu apa? mau dibawa kemana hubungan ini?

perlahan tapi dengan langkah mantap, kita sama-sama bergerak, tidak larut dalam hubungan yang melankolis. dan disinilah aku berada sekarang. semua berubah, siapa yang tidak? aku justru bersyukur kita kini memiliki memiliki jarak yang 'pas'. cukup dekat untuk saling merangkul dan bekerja sama tapi tak cukup dekat hingga bisa menimbulkan gesekan yang dapat membuat kita saling menyakiti. tak ada ruang untuk sakit hati, tak ada waktu untuk merasa sensitif sebab pekerjaan jauh lebih banyak dari waktu yang dimiliki. mengenalmu dalam waktu hampir 250hari membuatku merasa secure karena aku tau kita tidak akan mampu untuk saling menyakiti dengan cara apapun, sekecil apapun.

~taken from sepocikopi untukmu

Monday, July 18, 2011

wonderful weekend

well. memang tak jadi aku bersua dengan para nara bahtera akhir minggu yang lalu, tapi aku dapat ganti yang tidak kalah menyenangkan. Kumpul keluarga, bareng adik2. Diahku tersayang pulang. Dan aku dengan senang hati memasak brokoli kesukaan kami, membuatkannya coklat panas seperti yang kami berdua juga suka.

Meski masih disibukkan dengan penyelesaian buku terjemahanku, tapi aku bisa menyempatkan diri hadir di reuni mini teman2 SMA dulu. Seru juga ngumpul setelah lama ga ngeliat mukak-muka mereka. Thanks, ayu!

And in the beginning of this week, I got another pleasant news. I think I'm going back to Bali for another short holiday. Mmm... maybe the magic spell of Bali has brought me to come again. See you soon, dear! But now, I'm not alone. I will be going with my beloved. Uhuy...

Thursday, July 14, 2011

Another chance

Hufh... begitu banyaknya anugerah yang kuterima akhir-akhir ini. Terima kasih, ya Allah. Hari ini aku menerima SK sebagai anggota muda HPI, senangnya...! Meski baru beberapa bulan bergabung sebagai penterjemah lepas dan anggota bahtera, aku sudah merasa bagai ikan yang menemukan sungainya. Berenang riang gembira. Dan terus mendapat kemudahan di jalan ini.

Buku yang saat ini kukerjakan isinya sangat menginspirasi, bahkan aku rela menterjemahkannya tanpa dibayar. What a life. Sayang, rencana untuk berakhir minggu dengan nara bahtera merayakan ultah milist kami tercinta harus batal karena alasan tertentu. Semoga suatu hari ada kesempatan lagi untuk bertatap muka dengan mereka para seniorku. I love you so.

Tuesday, July 12, 2011

My first book

Uhuy...! I got my first order to translate a book. Meski ini bukan novel yang aku idam-idamkan tapi temanya justru sangat bagus 'Perempuan, Politik dan Kepemimpinan". Meski aku belum tau apakah namaku akan tercetak sebagai penterjemah, tapi aku sangat senang. Semoga jadi pembuka untuk buku-buku berikutnya.

Alhamdulillah, ya Allah. Semoga ini jalan yang Engkau tunjukkan kepadaku dan jawaban atas kebimbangan selama ini. Amin

Sunday, July 10, 2011

weekend

seringkali ada hal-hal kecil yang terlupakan saat kita berjalan melewati waktu namun saat melintas balik, hal-hal kecil itulah yang lebih membuat tersenyum bahagia. misal, seulas senyum nakalmu dari balik kaca, ya entah kapan terekam dikepalaku, dan muncul kembali di barisan mimpi.
What a silly.

weekend ini mungkin baru terjadi dalam beberapa bulan terakhir, dimana aku bisa free tanpa deadline dan bisa menikmati keberadaanku dengan anak-anak, mengajaknya bermain dan mengenalkan mereka pada hal-hal yang dulu biasa kami lakukan saat kecil. yang sudah banyak tidak dkenal pada jaman ini. saat kuperlihatkan umang-umang kecil ini mereka bergidik, tapi tetap penuh rasa ingin tau, khas anak-anak.
 just touch them, kids! its alright.

beberapa kejadian dalam akhir minggu ini, juga membuatku berpikir sambil terus berusaha menata hati.
"Saat kita tidak saling bicara bukan berarti aku berhenti memikirkanmu. Aku hanya berusaha menjaga jarak".

Wednesday, July 6, 2011

makan yok!

sambil makan malam (jam 01.00am), aku membaca, blogwalking tepat ya. ke lokasi-lokasi yang sudah jadi persinggahan rutinku. berusaha untuk tetap menghabiskan nasi diatas piringku, seperti kebiasaanmu. aku memang jarang sekali bisa makan dengan penuh semangat. kalopun akan makan, perlu aktifitas lain yang mengiringi agar makanku tak terasa berat. dan aku lupa sejak kapan persisnya kebiasaan ini bermula.

baca blog, menyuap nasi tapi pikirku sesekali melayang ke arahmu.akankah aku menabung rindu lagi? huhfh... mohon berikan aku jawab, ya Allah. karena kuyakin, everything happens for a reason.
tapi hingga kini aku jua tak menemukan alasan apa yang sebenarnya Kau siapkan untukku.

dari blog sesama penterjemah, aku menemukan tulisan ini, "adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran bagi-Ku untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagi-Ku untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar. Atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam. Atau seseorang yang mudah mengampuni, tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam, atau seseorang yang peduli tetapi engkau sendiri bukan orang yang peduli.”

- tidak sembarangan bisa cocok dengan orang lain, jika bukan Dia yang kasih dan ijinkan - lalu apa makna pertemuan kita?

Monday, July 4, 2011

trouble

what is trouble? when you got into something accidentally, you don't did it in purpose. That's what I called trouble. but if, you fully understand what you did is wrong and you manage to do it after all, i think that's not a trouble. Itu masalah yang anda buat sendiri. dan harusnya anda tau resiko yang akan anda hadapi sebelum bertindak. seringkali orang (baca : kita) sadar akan resiko nya tetapi berusaha mengelak atau bahkan mengiba jika resiko itu datang menghampiri. lalu adilkah? masalah adil atau tidak, itu lain hal lagi. tergantung siapa yang melihat dan dari sisi mana ia melihatnya.

ketika aku berkata ' I don't want to put you into trouble', apakah yang sebenarnya ingin kusampaikan? aku ingin bilang, aku sayang kamu dan karenanya tidak ingin membuatmu dalam masalah. dengan siapapun. keluarga, istri, anak atau siapapun. karena laiknya orang yang mencintai sesuatu, maka ia akan berusaha menjaganya dari apapun yang akan menyulitkan. masalah. berusaha sebisa mungkin melihatnya tersenyum. bahagia. itu sudah cukup.

lalu jika, sedangkan aku tidak ingin membuatmu terlibat dalam masalah duniawi, harusnya aku juga berusaha menjagamu dari masalah yang lebih besar di akhirat nanti. aku tidak ingin membuatmu bersalah di hadapan Allah, karena aku. meski kita sama-sama tau, godaan itu begitu hebatnya. sedikit saja ada yang memulai, maka kita akan kembali ke lingkaran yang sama. mohon mengertilah, sayangku. aku menulis dengan kesadaran yang penuh tentangmu. jagalah aku sebagai orang yang kau sayang. aku ingin kita berbagi dalam kebaikan. hanya itu.

Thursday, June 30, 2011

sad dan apatis

yesterday, I was very sad. I'm just trying to speak but what I've got in return? nothing. he even shout at me. I cannot understand. did I do something wrong? I dont think so.
And the most thing that make me sad is that I was trying to ask for help at the time. I then, retrieve myself. Promise myself, that I'll never ask for help again. or even try not to speak again. belajar apatis. tidak peduli.

you could imagine how to live with a statue. without any conversation. I'll give all my obligations but I'll not let myself drowning in pain. I'll live in my way.
I dont even care. Maybe talking to the moon was better. Eventhough, the moon will not reply but I know he is understanding what I'm saying.

Tuesday, June 28, 2011

Rindu??

tanpa sengaja aku mampir ke lokasi catatan maya seorang teman, seseorang yang begitu positif, begitu penuh semangat dimataku. namun dengan catatan itu, ada sesuatu yang sedikit terbuka tentangnya. dia penuh kerinduan. sesuatu yang selama ini tidak terlihat. hmmm...

well, aku bukan ingin bercerita tentang dia tapi tentang kerinduan itu sendiri. sebenarnya apa yg kita rasakan saat sedang rindu? keinginan untuk melihat, menyentuh atau bahkan hanya mendengar suaranya. karena apa? karena kita pernah bertemu, bersama dan kemudian tidak. lalu jika kita playback, bahwa kita tidak pernah bertemu, tidak pernah bersama lalu apa yang bisa kita rindukan? tidak ada.

kerja otak bukanlah mengingat tapi me-rekontruksi, ia menyusun kembali potongan-potongan yang tersimpan, sesuai yang kita inginkan lalu jika ada bagian potongan itu yang kita hilangkan, rekonstruksi itu akan menjadi tidak lengkap. dan mungkin akan runtuh. sekarang masalahnya, akankah kita berkeinginan untuk menghapusnya?

aku tidak. kerinduan akanmu, begitu adanya. aku biarkan saja mengalir. mungkin jika sewaktu-waktu aku ingat, akan kuambil bagian termanisnya dan membuatku tersenyum. dan jika aku kadang sedih saat mengingat bagian pahitnya, biarlah aku ambil sepatu lariku dan berlari sekuat aku mampu. setelahnya aku akan bilang kepada diriku 'its just something stupid'.

Monday, June 27, 2011

kejahatan

hari ini sebuah kejadian kembali berulang di rumah kedua-ku (baca : kantor). Pencurian. betapa menyedihkan karena hampir 90% terindikasi pelaku-nya adalah orang dalam. pertanyaan berikutnya adalah, kenapa? siapa? tidakkah cukup apa yang sudah diterima dari kantor?

memaknai kata cukup memang tak mudah, namun tidaklah mustahil. selalu ada yang kita butuhkan, atau lebih tepatnya, yang kita inginkan. karena sebenarnya untuk bertahan hidup, kita tak butuh banyak. sepiring nasi sudah lebih. lalu kenapa ada dahaga yang tak pernah terpuaskan? manuasiawi, selalu itu jawaban yang biasa kita dengar sebagai pembenaran. meski ada manusia-manusia yang bisa merasa cukup dengan keberadaannya.

kembali ke pencurian, menurutku inilah kejahatan paling buruk. karena ia mengarahkan orang lain untuk berpraduga, menuduh dan membuat orang terjebak dalam dosa juga. bagaimana dengan membunuh? itu kan, pencurian juga. dalam bentuk lain, mencuri nyawa orang lain. lalu korupsi? itu juga pencurian, mengambil yang bukan hak-nya. mencuri hak orang lain.

manusia memang berproses, tapi alangkah baiknya jika proses itu mengarah ke arah kebaikan, berbagi dalam kebaikan. menyadari betapa rapuh keimanan dan betapa singkat waktu yang kita punya. \mengingat itu semua, kembali kita pada kesadaran yang entah akan bertahan berapa lama. hidup yang sebentar harusnya diisi dengan ribuan kebaikan yang bermanfaat, bagi diri sndiri, bagi keluarga dan orang-orang di sekitar kita. semoga dengan kebaikan yang kita tebarkan, Allah berkenan melimpahkan kasih sayang dan ampunannya. karena hanya itu yang bisa kita harapkan saat ini.
nothing more.

Friday, June 24, 2011

cinta

Saat Anda mencintai seseorang, bukankah Anda akan menjaga baik-baik sebuah barang yang ia titipkan pada Anda, apapun caranya? Itu baru orang. Lha kalau Anda mencintai Tuhan, bukankah Anda akan menjaga suami/istri yang Ia amanahkan pada Anda, apapun caranya? Beranikah Anda seenaknya meninggalkan titipan-Nya begitu saja? Apalagi jika Anda meyakini bahwa Ia Maha Mengawasi setiap hal yang Anda lakukan? Apalagi jika Anda juga meyakini bahwa Ia selalu punya maksud baik dengan memasangkan Anda dengan titipan-Nya? ~teddy

Membaca tulisan ini bikin tercenung, sebegitu besarkah amanah atas seorang istri atau seorang suami? Lalu kenapa ada perasaan bahwa kita tidak saling menjaga, sibuk dengan tujuan hidup masing-masing? Mungkin hanya cara nya yang berbeda. Mungkin kita sudah dianggap saling mengerti bahkan tanpa berbicara, sepatah katapun? Mungkin karena istri sudah bisa sholat dengan baik, karenanya tidak lagi dianggap perlu imam? Mungkin karena istri sudah dianggap bisa memutuskan sendiri, karenanya tidak lagi perlu masukan? Begitukah? Selalu ada timbal balik, selalu ada sebab akibat. Kadang aku berpikir, siapakah yang sebenarnya berubah? Atau dari awal sudah seperti ini adanya? Aku bahkan sampai lupa kapan terakhir kali bicara lebih dari 2 kalimat.

Ada keletihan. Ada kejengahan. Yang ada saat ini, hanya status quo, mempertahankan apa yang ada. Tak pernah tau apakah masing-masing bahagia dengan keberadaan orang lainnya? Perlukah dipertanyakan?

Sunday, June 19, 2011

lagu lama

Grey sky morning (vertical horizon)
 
now you sailed away
into a grey sky morning
now I'm here to stay
love can be so boring

nothing quite the same now
I just say your name now
but it's not so bad
you're the best I've ever had
You don't want me back
you're just the best I've ever had

It may take sometimes to fetch me up inside
but I can't take it so I run away and hide
And I may find in time that
you're always right
you're always right

Hari ini aku inget lagu ini, lagu lama. Jaman kuliah. Kenapa tiba-tiba inget? Mungkin karena ada kesamaan kejadian. Dulu, kaset vertical horizon pernah aku berikan kepada seseorang sebagai hadiah ultah. Well, pacar pertama sebenarnya. Yang kalo diingat2 lucu banget. Dia ga sengaja liat aku lewat didepan kampus, dengan langkah cepat dan gaya super cuek. Aku juga heran kenapa sikap spt itu justru menarik perhatian orang. Lalu berkat bantuan seorang teman, kami dikenalkan dan kemudian dijodohkan.

Aku yang blm pernah pacaran, iseng aja pengen coba. Kenapa enggak? So, singkatnya kami jadian. Cuma ketemu sesekali karena jam kuliahku pagi dan dia siang. Klo kebetulan aku ada les bahasa sampe sore, kami janjian trus pulang bareng naek bis. Dan kejadian yang paling lucu, adalah saat dia nganterin aku pulang mlm2 dan sendalnya masuk comberan. hahaha...

Dia orang baik, teman yang baik. Tapi ternyata orang baik dan teman yang baik, belum tentu asyik buat diajak jalan. Akhirnya aku yang minta kami kembali menjadi teman. Dia kaget tapi akhirnya bisa nerima. Kejadian spt ini (aku sebagai pengambil keputusan), beberapa kali berulang. Dan aku yang sebenarnya, ingin mereka yang jadi korban keputusanku, bisa membela diri. Memintaku berpikir lagi, membuatku menimbang lagi atau bahkan memohon agar bisa kembali. Tapi tidak ada yang bisa. Semua hanya bisa bilang setuju dengan anggukan lemah. I hate that.

Mungkinkah ini karma? atau memang sudah jadi bagianku? Adikku bilang, dia selalu tidak bisa mengangkat muka di hadapanku, tidak bisa bilang tidak. Tidak berani membantah. Lalu apakah hal yang sama berlaku juga untuk semua lelaki yang ada di depanku? Yang jika aku tidak membukakan pintu, maka tidak ada yang berani mengetuk atau bahkan mendobrak pintu hati? What a man...!

This is it. C'est la vie. Hidup terus berjalan, jalani saja. Apa yang akan terjadi, terjadilah. Allah yang maha berkehendak, termasuk untuk membolak balik qolbu. Aku lelah berencana.

Friday, June 17, 2011

no strings attached


Actor: Natalie Portman, Aston Kutcher

“Friendship has its benefit”. Itulah motto dua orang sahabat yang akhirnya terlibat dalam sex-mutual relationship. Keduanya sepakat untuk berhubungan tanpa melibatkan cinta. Well. Sebenarnya ini karena si perempuan tidak mau repot dengan urusan cemburu, sakit hati dan lain-lain. Dan meski cowok tadi sdh menunjukkan tanda-tanda bahwa dia cinta.

Disetujui atau tidak, diketahui atau tidak, hubungan seperti ini sudah umum di lingkungan kita. Setiap orang berhak punya penilaian dan pemikiran masing-masing. Tentu, orang yang taat beragama akan menyatakan bahwa tindakan ini tidak bermoral. Tapi kegiatan ini tidak merugikan orang lain kan? Toh, mereka suka sama suka. Lalu, menurut orang yang ekonomis, mereka akan bilang kegiatan ini ‘cost effective’. Xixixi… 
Dan menurut ku sebagai leisure addictive, its acceptable. Why? Because it is your right to have sex with anyone you want. Its your body. And the impact, also will be yours. Selama kamu tau resikonya dan mau bertanggung jawab atas itu, then its fine. Soal dosa? Itu juga bagian dari tanggung jawab pribadimu dalam hubungan dengan Tuhan. Karena aku termasuk orang yang percaya bahwa hubungan dengan Tuhan adalah hubungan yang sangat personal. Hanya kita dan Dia yang tau, tidak ada yang berhak menilai, atau menghakimi. Karena tidak semua hal dalam pandangan mata, memiliki esensi yang sama di mata Tuhan.

Back to the movie. Akhirnya setelah hubungan yang putus sambung, keduanya menyadari bahwa mereka saling butuh, lebih dari sekedar sex. They has love in between. A lot of sex scenes, that why this film only for adult.

Thursday, June 16, 2011

lost in translation

Only by a small book cost 10,000 rupiah, I was fully inspired to be translator. Yes, it has been my passion since a very long time, but I don't know yet how to do it commercially. I'm always fond to do translation for charity, help for friends, and mainly for hobby. But this amazing book, showed me how to start to become professional translator. YES....!

It takes just not more than half an hour to finish reading it and I'm eager to jump into translation world. I begin to send application to online agency, ask them whether they need a freelance staff. And guess what? One of the agency, reply my email quickly. They ask me to translate two paragraph into Bahasa and I send them back the result. They seems quite happy to see it. And then, the journey begin. They've been my regular agent for translating document. Any kinds of documents and I learn a lot from those writing.

Payments? Until now, they are a trusted partner. Eventough, I've been paid in rather 'small fee' but I take it as a learning tools. Afterall, I consider this as hobby, and the money only as compliment. Its not so small fee, as it has financed my leisure trip to Bali recently ^_^

One of my first journey as interpreter also begin not so long ago. WBH has a workshop on monitoring and evaluation in cooperation with Caritas Australia. And the visitor from Australia has no Bahasa capacity at all, due to lack of staff, they ask me to assist the visitor in the workshop. Wow...! I rather has no confident to do this at first but all my acquitances said, Go for it! I surely can do my best.  Then, I convinced myself to join these offer. Its been a very impressive experience. I learn many things, meets new people and earn a sum of money. xixixi...

For now, I'm still on long search for better rate but I'm not complaining. What I've been received from the translation is worth more than money. I love to be lost in this unique world.

Saturday, June 4, 2011

the untold story


I’m coming home today, from almost ten days of work and a short holiday. What did I get? Very.. very… much. Some sad and some happy.

Aku ketemu dengan seorang teman, arsitek yang sudah berhasil tapi disisi lain, dia gundah karena belum menikah. Yang sebelumnya kupikir tidak lagi penting buat seseorang seperti dia, tapi ternyata aku salah. Buat dia, menikah dan punya keluarga itu tetap penting. Kami ngobrol banyak, kami sepaham dalam banyak hal meski dia sudah banyak berubah, mungkin karena lingkungan Bali.

Obrolan dengannya membukakan mataku. Aku jadi lebih berminat untuk menjadi freelance, tidak terikat kerja penuh waktu. Mungkin aku bisa lebih serius menjadi translator dan interpreter. Semoga jalan ke arah ini dipermudah. Dengan jadi freelance, aku akan bisa punya kebebasan waktu untuk anak-anak, dan tetap sambil berkarya dari rumah. Dan bisa liburan kapanpun aku mau, teutep…!

Masalah hati memang sulit, tapi aku berusaha meneguhkan diri. Cukuplah anak-anak yang jadi prioritasku. Aku akan jadi full time mom sampai mereka siap melangkah sendiri dan kuat menghadapi hidup. Bagiku, tidak boleh ada yang setengah-setengah. Kalo mau bekerja, aku akan jadi wanita karir yang dedikatif begitu juga bila aku memutuskan jadi ibu. After all, apa yang kucari dalam hidup? Aku hanya ingin melihat anak2 berkembang jadi pribadi yang kuat sambil tetap menikmati surgaku, berkeliling ke tempat-tempat baru. Disatu bagian kecil dalam hatiku, aku tetap berdo’a agar suatu hari bisa menghabiskan waktu tua-ku bersamamu. Mungkin saat itu, anak2 kita sudah dewasa, kita akan jadi orang tua yang tetap produktif sambil sesekali berlibur, berjalan ditepi pantai, menikmati matahari terbenam sambil berpegangan tangan. mmm....

Sunday, May 22, 2011

Intuisi


Percaya dengan yang namanya intuisi? Ya, feeling lah orang muda bilang. Saat aku sedang dalam bimbang, mengenai suatu hal ringan yang sebetulnya mudah saja. Mencoba hal baru dan mengambil resiko? Atau mendengar kata orang disekelilingmu dan mengambil jalan aman? Sebetulnya, jika mau coba-coba, aku mungkin akan ambil jalan pertama seperti biasanya. Tapi kali ini, aku ambil jalan kedua. Mengapa? Karena intuisi ku bilang, ada keganjilan di pilihan pertama. Dan keganjilan itu membawaku pada rasa tak aman. So, I better believe it, before something bad happen.

Kadang aku begitu tergoda akan hal baru, yang tanpa berpikir panjang, akan langsung ku lakukan. Dalam hal-hal tertentu, ini baik. Tapi kadang, ini berdampak buruk. Mengingat ada setiap konsekuensi dibalik semua keputusan. Pikirkan ini sebelum melangkah. Siap dengan konsekuensi nya? Akibatnya? Apa hasilnya? Selalu ini yang kutanyakan pada diri sendiri. Bukan untuk menghalangi langkah, tapi lebih untuk meyakinkan diri sendiri bahwa aku siap.

Kesiapan mental akan menggiring kita pada kemantapan langkah, teguh saat memilih dan bertahan saat datang cobaan. Terima kasih ukhti & ikhwan, yang sudah mengingatkanku. Aku siap sekarang.

Sunday, May 15, 2011

grasshopper (3)

Dia tersesat. Ini kali pertama ia menjejakkan kaki dikota tempat aku tinggal sementara waktu. Kota yang sebenarnya sama-sama asing untuk kami berdua. Hanya saja, waktu mengizinkan aku datang lebih dulu dan belajar lebih awal, hingga aku berkesempatan mengenal jalan disekitar kota ini. Ia akan bekerja. TKI terdidik mungkin lebih tepatnya. Laki-laki muda yang gagah, meski agak sedikit kaku dan tidak banyak bicara. Aku sendiri hanya seorang mahasiswa miskin yang mendapat berkah beasiswa. Hanya perempuan biasa, tidak cantik dan tidak banyak teman. Hanya beberapa orang teman dekat dan selebihnya teman kampus yang cuma dekat karena kesamaan kepentingan.

Hari itu, aku mengantarkannya ke alamat yang ia tunjukkan dalam buku catatannya. Buku catatan yang sangat rapi untuk ukuran pria. Tulisan mungil, bersih tanpa coretan. Kenapa aku bersedia membantunya? Entah, mungkin kala itu aku tengah bosan membaca atau mungkin karena nurani ku tergerak berbuat baik. Sepanjang perjalanan didalam kereta yang bergerak sangat cepat, kami hanya sedikit bertukar informasi. Dan satu-satunya contact yang ia berikan padaku hanyalah sebuah id pada mesin penyampai pesan. Aneh, kenapa aku tidak bertanya lebih?? Dia juga tidak meminta lebih.

Saat dia tiba di apartemen temannya, ia membungkuk dalam, mengungkapkan rasa terimakasihnya. Aku balas menunduk. Ia tidak mempersilahkan aku masuk dan aku juga sedang tidak ingin lebih lama diam dalam kekakuan. Aku pamit. Turun dari apartemen itu, aku terpaku pada warung ramen disudut jalan. Udara dingin membuatku lapar. Kakiku melangkah, masuk menyibak tirai warung yang saat itu sedang tidak terlalu ramai. Aku mengambil tempat duduk di sudut, dekat jendela. Sambil menunggu pesanan, mataku kembali memandang apartemen dari kejauhan. Hari yang aneh. Aku yang biasanya apatis, hari ini berjalan hingga sejauh ini hanya untuk mengantarkan seorang pria yang belum kukenal. Pesanan datang. Aromanya membuatku berhenti berpikir. Setidaknya aku sudah berbuat satu kebaikan hari ini. Makan sajalah.

Wednesday, May 11, 2011

Tiger Mom

Pernah denger istilah diatas? Itu istilah baru, untuk ibu yang super kejam, atau sangat disiplin lebih tepatnya. Ada buku berjudul sama yang jadi bahan diskusi akhir2 ini. Aku sendiri belum baca, hanya tau inti permasalahan yang dibicarakan dalam publikasi tersebut.

Kebanyakan orang Cina yang mereka biasa sebut dengan "tiger mom", kenapa ? Karena mereka super disiplin mendidik anak-anaknya. Mungkin orang luar yang melihat, akan menganggapnya sebagai penyiksaan. Namun kenyataannya, secara statistik, anak-anak Cina jauh lebih berhasil dibanding anak-anak lain yang dididik secara moderate. Ibu moderate cenderung membiarkan anak-anaknya mengambil keputusan sendiri tentang apa yang dianggap baik. Tidak ada pemaksaan apalagi penyiksaan. Tapi masalahnya apakah anak-anak bisa membuat keputusan?

Aku sendiri menganggap diriku berada diantara kedua-nya. Tidak moderate dan juga tidak terlalu memaksa. Ada kalanya kita harus mengalah, memberikan waktu bermain lebih lama. Tapi ada saat, dmana kita harus memberi tahu dan memberi contoh kepada anak, tentang bagaimana seharusnya.
Contoh kasus, anakku tidak mau sekolah. Alasannya macam2. Oke, hari ini aku perbolehkan dengan pertimbangan masih banyak saudara2nya yang berkumpul dirumah. Mungkin dia belum puas bermain.
Besoknya, masih tidak mau. Karena ini itu, fine. Masih dimaklumi, mungkin dia capek karena terlalu banyak main. Lusa, masih mogok juga?
No compromation, kids! Hari ini harus sekolah. Aku angkat dia, lepasin baju-nya dan paksa mandi. Siapin peralatan dan berangkat.

Alhasil, sore-nya dengan riang ia bercerita tentang aktivitas di sekolah hari itu. Tentang kenakalan teman2nya. Ini membuktikan semua drama tadi pagi, tidak banyak berpengaruh. Dia masih menikmatinya. Begitu sampe pintu gerbang ga ada rengekan 'ga mau sekolah'. PR juga sama.
Dalam minggu2 awal, harus selalu diperiksa, di ingatkan bahkan kadang dipaksa. Berikutnya, dengan kesadaran sendiri, dia akan mengerjakan tugasnya. Dan dengan bangga melapor, 'Bu, PR-ku sudah kuselesaikan sendiri!' That's my girl.

Memang harus ada yang jadi tiger dalam satu rumah. Kalau yang satu memanjakan, yang satu harus disiplin. Yang satu malas, yang satu harus tegas. Aku yang menjadi bagian jelek itu. Meski sekarang anak-anakku akan melihatku sebagai ibu yang ga asyik, tapi aku yakin suatu hari mereka akan berterima kasih atas apa yang kuajarkan hari ini. Go..Go..Girls!

Wednesday, May 4, 2011

holiday

Well, sebenarnya ini cerita libur yang sudah lewat bbrp bulan yang lalu. Maret 2011, tepatnya. Setelah puas berkeliling Jakarta dengan busway, ke Ragunan, TMII, TIM, dll, akhirnya aku memutuskan untuk menjelajah Bogor. Karena tertarik nyoba tidur di lodging dlm suasana Taman Safari yang adem.

Dari JKT, dengan Pakuan Ekspress (11rb) dari Stasiun Gambir. Cukup lega karena saat ini diluar jam pulang dan berangkat kerja. Perjalanan sekitar 1 jam, lancar. Tiba di Stasiun Kota, Bogor nyambung naek angkot 02 ke Sukasari dan setibanya di Sukasari, sambung lagi dengan angkot 02 menuju Cisarua. Kenapa milih angkot? Pertama karena irit, xixixi... Dan kedua, karena ingin merasakan interaksi dengan warga Bogor, jalur kendaraan umumnya, dll. Asyik. Perjalanan dari Stasiun ke Cisarua hampir 2jam, tapi ternyata aku salah berhenti. Harusnya di simpang tiga Cisarua menuju TSI, aku malah berhenti di simpang tiga Ciawi. Justru kesalahan ini membawa berkah. Karena dari simpang tiga Ciawi, aku milih naek ojek ke Cisarua, 50rb. Memang terasa mahal, tapi begitu disuguhkan dengan pemandangan alam sepanjang jalan menuju TSI, sungguh tak ternilai. Sejuk, berpemandangan asri dengan jalan yang naik turun, wuih... mantap!!

Sampai di Safari, menuju ke lodging, minta kamar dan nyimpen barang baru kemudian ke poolbis, yang disediakan bagi penumpang untuk berkeliling. Gratis...! oia, just for info, klo beli tiket masuk safari di repsesionis lodging, kita dapat diskon lo. Lumayanlah. Saat itu, cuma ada 3 penumpang dalam bis. Aku dan 2 org penumpang lainnya. Tapi tidak mengurangi keramahan guide dan sopir yang melayani kami. Top deh.
Puas berkeliling, kami diturunkan ke bagian permainan dan bisa kembali kapan saja sesuai keinginan. Aku menghabiskan 2 jam disini. Memberanikan diri naik kereta gantung, sendirian melihat taman safari dari atas. Subhanallah.

Hari sudah menjelang sore saat aku kembali ke lodging. Dingin sekali karena hari itu hujan rinai terus menerus. Ga mandi deh. ^_^ Tapi dikamar ada shower air panas, pemanas air utk bikin teh, kopi. Kulkas, air mineral, plus TV. Alhasil, malam itu, aku mengurung diriku dalam selimut tebal sambil nonton HBO. Penilaianku terhadap lodging, bagus. Kecuali, ada banyak serangga. Dimaklumi, karena posisi yg ditengah hutan.

Paginya, aku menyewa sepeda untuk berkeliling sambil menghangatkan badan. Trus menuju restoran utk sarapan. Ternyata rame, banyak anak2 dari sekolah international. Menu-nya lumayan lengkap. Bahkan aku ditawari utk membungkus satu porsi karena kamarnya harusnya untuk 2 org. Siiplah.
Setelah sarapan, kembalikan sepeda trus mandi dengan air hangat. Berbenah untuk berangkat menuju persinggahan berikutnya. KRB, Kebun Raya Bogor.

Keluar dari safari menuju simpang Cisarua dengan ojek, bayar 7rb. Trus naik oplet lagi ke Sukasari dan dari sukasari menuju KRB. Sayang di KRB, ga boleh ada sepeda, jadi naik mobil yang disediakan untuk berkeliling. Sempat mkn bekal di depan danau, sambil baca buku. Nikmatnya....! Puas berkeliling, saatnya menuju pool damri ke JKT. Eit, lupa. Ada yang pesen minta beliin asinan bogor, mampir di seberangnya terminal dulu ya. Off to JKT.
I'm coming home. See you in my next travel. Ranca buaya, maybe??

Tuesday, April 26, 2011

perjalanan

Aku selalu menikmati perjalanan. Sendiri, berdua, ramai-ramai. Kemana pun. Tentunya lebih asyik sama orang yang juga se-ide, se-tujuan, dan sama menikmati perjalanan yang kita habiskan berdua. Kalaupun tidak ada teman, tidak akan mengurangi keindahan dan malah memberi banyak ruang untuk lebih berkontemplasi atas keberadaan diri sendiri.

Hidup itu sendiri sejatinya adalah perjalanan. Menuju suatu tujuan, yang acapkali berbeda antara satu orang dengan orang yang lain. Lalu bagaimana jika dalam hidup kita se-kendaraan dengan orang yang berbeda tujuan? Biarlah kita jalani hidup itu, dengan saling menghargai tujuan hidup masing-masing. Kita tidak berhak memaksa orang lain untuk sepaham dengan tujuan kita, karena kita sendiri tidak mau dipaksa untuk mengikuti tujuan hidup orang lain. Setuju?

Sudah terlalu banyak hal aneh yg terjadi dalam hidup dan bertambah satu keanehan tidak akan banyak merubah keadaan. Begitu pikirku. Jika pada ujung persimpangan, sudah habis waktu yang harus kita jalani bersama, biarlah kita ambil jalan masing-masing. Tanpa penyesalan, tanpa dendam. Jalan masih panjang, mari kumpulkan semangat untuk terus menjadi mahkluk yang bermanfaat bagi umat lain, terlebih bagi diri sendiri.

Wednesday, April 20, 2011

Kartini jaman ini

Hari ini, 21 April. Means, hari Kartini, begitu orang Indonesia menyebutnya. Mengapa ia begitu istimewa? Karena ia berbeda dari perempuan-perempuan lain pada jamannya. Kartini mencari jalan keluar, ia tidak nrimo dengan keadaan. Dengan caranya sendiri, ia menunjukkan kepada dunia bahwa perempuan Indonesia mampu berkarya, mampu menjadi partner, penerang. Lalu seperti apa perempuan jaman ini?
Kalau aku boleh mengelompokkan perempuan yang ada jaman ini, maka berikut adalah pembagiannya.
1) perempuan yang bekerja, aktif, pintar namun ambisius. Baginya kerja dan keluarga sama pentingnya. Namun tentu terkadang, ada pihak yang harus mengalah. Konsekuensi tinggi bagi pria yang memilih perempuan jenis ini. Karena ia tidak mudah dilarang, baginya harus selalu ada alasan yang logis. Suami adalah partner bukan majikan.

2) perempuan bekerja yang sekadarnya, hanya untuk aktualisasi diri bukan karir. Keluarga tetap yang utama. Suami senang karena ia akan ada dirumah sebelum suaminya pulang. Ia akan menyiapkan makan malam sebisanya dan mengatur anak-anak. Konsekuensi, pemberi kerja harus siap-siap memberi banyak cuti agar perempuan ini bisa mendampingi anak-anaknya ujian sekolah atau ikut suaminya tugas keluar kota.

3) perempuan rumahan yang sexy, pintar masak dan tau bagaimana menyenangkan suami serta mengurus anak-anaknya dengan baik. Baginya rumah adalah istananya. Konsekuensi, rumah tangga yang aman sentosa tapi suami harus berjuang mencari nafkah sendirian. Istri bukan partner.
Lalu yang bagaimana kah pilihan Anda? Jangan lupa tiap pilihan membawa konsekuensinya masing-masing.

Perempuan-perempuan....! Jadilah Kartini untuk dirimu sendiri, keluargamu dan orang-orang disekitarmu. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Tuesday, April 19, 2011

FREE

<:-P Uhuy...! Today, I received my first payment as freelance translator and get two new jobs. I'm happy! Its like a dream come true. Get paid on doing what you really fond of.

Allah, you're so kind. You gave me a very good replacement of bad things that happen yesterday. Thank you.

And now, I'm proudly claim myself as FREELANCE Translator. Hope this is the new road which You meant for me. Amin.

Monday, April 18, 2011

Perahu Kertas

Akhir minggu ini kuhabiskan dengan membaca, dan spt biasa jika ada buku yg menarik, aku tak bisa lepas membacanya hingga selesai. Hingga tengah malam, bahkan sampai besok siangnya. Candunya sungguh nikmat...


Perahu kertas, karya Dewi Lestari sudah jadi target sejak beberapa waktu namun selalu urung karena khawatir isinya tak sebagus harapanku. Tapi ternyata, aku tidak salah. Its qualified... Meski dengan tema cerita yang ringan, Dee sukses membuatku menangis saat membaca buku ini. Karena isinya sangat mirip dengan mimpi2ku.
Tapi dongeng dan kenyataan adalah dua hal yang jauh berbeda.

Buku ini bergaya cerita bersambung, menceritakan alur hidup mahasiswa yang harus bergulat dengan cita-cita masa kecilnya sekaligus dipaksa realistis menghadapi kenyataan hidup. Diselingi kisah cinta yang indah tapi tetap mampu menyampaikan pembelajaran.

Mungkin akan ada yang heran, knapa aku bisa menangis hanya dengan membaca cerita ringan spt ini? Jawabnya, karena ia memberikan kesadaran atas keberadaanku. I'm standing alone, totally. Anggaplah cinta romantis itu ada, tapi itu bukan bagianku. Mungkin tidak semua orang diciptakan dengan belahan jiwa, karena aku merasa utuh dengan kesendirian.

Dan hari ini, kesimpulan ku terbukti. Hufh... berat ! Tapi tak ada seorangpun yang bisa kuandalkan selain diri sendiri dan sisanya kusandarkan pada yang Maha Kuat. Sebisa mungkin merangkai istana impianku, tapi hari ini, rasanya pintu bangunan itu tertutup, pelan-pelan. Atau mungkin ini bukan waktu yang tepat? Aku hanya bisa yakin Allah punya rencana yang aku tidak mengerti. Dan meski seluruh makhluk bersekutu mewujudkannya, tidak akan berhasil jika Allah tidak meridhoi. Semoga ini hanya penundaan, karena aku masih menyimpan harap. Beri aku cahayaMu, ya Rabb. Beri aku kemampuan mencerna apa hikmah yang Kau sembunyikan dalam ini semua.

Melajulah perahu kertasku. Bawalah mimpiku kembali pada saatnya. Aku menunggu.

Thursday, April 14, 2011

You'll meet a tall dark stranger

Film dengan judul yang sama. Bercerita tentang seorang kurator art gallery, yang menikah dengan seorang penulis. Si penulis sudah kehilangan ide setelah buku pertamanya melejit, kemudian ia jatuh cinta dengan seorang gadis yang tinggal di apartemen seberang rumahnya. Si istri yang kurator, diam-diam juga jatuh cinta dengan bosnya.

Ibu mertua nya yang sudah menikah selama 40th, juga bercerai, karena suami-nya tidak bisa menerima bahwa istrinya sudah menua. Si suami dengan alasan, menginginkan anak lagi, mencari istri muda, seorang aktris film porno.

Penulis tsb akhirnya berani mendekati gadis apartemen sebelah dan merayu-nya untuk membatalkan pernikahan. Si istri sendiri, kemudian berusaha mendekati si bos, namun kemudian menyadari bahwa ternyata bos-nya seorang don juan. Ingin mengalihkan rasa kecewa-nya, ia berniat membuka gallery sendiri dengan meminjam uang ibunya. Rencana tsb gagal, karena ibunya percaya ramalan yang mengatakan bukan saat yg tepat untuk memulai usaha.

Ayahnya yang menikah juga kecewa, karena pada akhirnya si aktris berselingkuh. Gadis apartemen sebelah membatalkan pernikahannya demi sang penulis, yang ternyata mencuri tulisan temannya yang sedang koma.

Setiap orang diceritakan punya masalah. Dan disini, kita hanya disadarkan bahwa bagaimanapun keadaannya, bersyukur atas apa yang kita miliki, jauh lebih mudah daripada terus menerus mencari kekurangan atas hidup. Dan memecahkan masalah yang ada lebih penting, daripada terus bersembunyi atau berlari dari kenyataan yang ada. C'est la vie.

Tuesday, April 12, 2011

pablo poem's

"and that's why i have to go back
to so many places
there to find myself
and constantly examine myself
with no witness but the moon
and then whistle with joy,
ambling over rocks and clods of earth,
with no task but to live,
with no family but the road."
Pablo Neruda

dan karena itulah aku harus kembali...
ke begitu banyak tempat
untuk menemukan diriku
dan terus-menerus menguji keberadaanku
tanpa saksi, kecuali sang bulan
kemudian, aku bersiul dengan riang
bertengger diatas batu dan gumpalan awan
tanpa kewajiban apapun, kecuali bertahan hidup
tanpa keluarga, kecuali para jalanan

Monday, April 11, 2011

Untukku by Chrisye

Kemana langkahku pergi
Slalu ada bayangmu
Ku yakin makna nurani
Kau takkan pernah terganti


Saat lautan kau sebrangi
Janganlah ragu bersauh
Ku percaya hati kecilku
Kau takkan berpaling

(Duet):Walau ke ujung dunia
Pasti akan kunanti
Meski ketujuh samudra
Pasti ku kan menunggu (3x)
Karena ku yakin, kau hanya untukku
Karena ku yakin, kau hanya untukku
Hanya untukku


Seseorang yang baik hati mengirimkan lagu ini untukku. Mmm...terima kasih! Lagu ini membuatku berpikir tentang sendu-mu yang terpisah jauh dari keluarga. You loved them so much, so did they. Pilihan untuk mewujudkan hidup dan masa depan yang lebih baik, menjadikan kalian berjarak. I'm proud of you! Karena kalian mampu bertahan. Semoga Allah mengumpulkan kalian kembali dengan rahmatNya. Cinta kalian begitu indah dan murni. Persis seperti janji Allah, laki-laki yang baik untuk wanita yang baik pula.

Lalu aku? Aku tidak pernah berpikir untuk mendapatkan cinta seindah itu, setidaknya tidak lagi. Its not me. Aku hanya punya diriku. Cintaku untuk orang-orang yg kukasihi dan tidak pernah berharap sebaliknya. Semua itu telah melekat erat bagai tanda lahir yang takkan pernah pudar. Mari terus melangkah, sayang! Lakukan yang terbaik yang kita bisa, dengan niat yang baik pula. Dan semoga dengan itu semua, Allah berkenan memberikan rahmatNya pada kita. Amin

Friday, April 8, 2011

conflict of interest

"We can define a conflict of interest as a situation in which a person has a private or personal interest sufficient to appear to influence the objective exercise of his or her official duties as, say, a public official, an employee, or a professional."
Source: Chris MacDonald, Michael McDonald, and Wayne Norman, “Charitable Conflicts of Interest”, Journal of Business Ethics 39:1-2, 67-74, August 2002. (p.68)

Status seorang teman di FB pagi ini, membuatku tertarik untuk mengulas hal ini. Konflik interest?! Makhluk jenis apakah itu? Dikatakan konflik, karena ada pertentangan. Antara yang seharusnya dengan yang kita lakukan. Tujuan pelaksanaan (niat) jadi menyimpang dari yang seharusnya, karena terselip kepentingan pribadi, apapun bentuknya. Lalu bagaimana ini disikapi?

Orang yang mempunyai konflik kepentingan tentu akan membela diri dengan menyatakan bahwa prilakunya sah saja untuk diperbuat tapi bagaimana dengan orang lain, rekan kerja? Perusahaan? Tidakkah mereka merasa dirugikan? Menurutku, disinilah letak sah tidaknya. Jika, kepentingan pribadi kita masih dalam batas bisa ditoleransi dan tidak merugikan orang lain, baik rekan kerja, perusahaan atau masyarakat dalam scope yang lebih luas, maka bisa dikatakan prilaku kita dapat dimaklumi sebagai tingkah yang wajar. Karena setiap orang punya kepentingan lain, diluar tanggung jawabnya (katakanlah sebagai pegawai).

Namun, jika kepentingan pribadi porsinya jauh lbh besar daripada pelaksanaan kewajiban, maka sudah saatnya kita intropeksi diri. Sudah amanah kah kita? 

Ada lagi yang mengesahkan tindakannya karena merasa tidak puas dengan kondisi perusahaannya. Lalu siapa yang memaksa Anda untuk bertahan, bung? Itu semua pilihan. Jika kita tidak bisa merubah arah angin, maka kita yang harus merubah arah terbang.


Monday, March 28, 2011

Amy Lowells' Poem

When you came, you were like redwine and honey
and the taste of you burnt my mouth with its sweetness
Now you are like morning bread
Smooth and pleasant.
I hardly taste you at all for I know your savour
But I am completely nourished

Puisi ini indah menurutku. Tanpa sengaja ketemu di situs yang biasa aku baca. Isinya tentang cinta yang sudah melewati masa gairah menggebu tapi tetap penuh dengan rasa sayang. Yang menurut penelitian, masa itu hanya bertahan maksimal hingga 3 tahun usia pernikahan. Lalu apa setelahnya?
Peralihan dari gairah menjadi rasa sayang. Bukan berarti kita tidak saling cinta, hanya bentuknya yang berubah. Dari sex menjadi hal-hal kecil yang menyenangkan. Yang kadang terlewatkan, tapi saat kita ingat, hal-hal kecil itulah yang membuat kita bahagia sebagai pasangan.

Orang bijak bilang, kita tidak harus selalu berusaha berbuat yang terbaik dalam semua hal, tapi kita bisa membuat semua hal yang ada menjadi yang terbaik. Love you, honey!

my side job

Since a few days ago, I'm busy with my translation job. Its a new offer for me and I'm very excited to finish it. Not easy but fun. Job will consider as fun if you do everything that interest you.

I always love to do translation. They dont give me much money (at least until now), but I'm willing to do it even for free. I hope I can strain my power on it. Must be very pleasure to make it as a living and proudly claim myself as a Professional Translator. Lets pray for the best and let GOD do the rest.

Friday, March 25, 2011

once upon a day


Once upon a day
You start calling me honey
And my heart was yours, ever since
Come downward
Realizing that you have been my dream
Through night and day

Time passes as we goes by
Missing you is the best thing in my life
Though sometime its scratch
But the wound been easily ease
Just with your divine smiling voice

I never hope too much
Cause hope will drop me to crestfallen
Just trying to make myself better each day
May Allah, blessing us with a good fate
amin