Wednesday, October 31, 2012

American Value (2)

It's Hallowen, dear. Semua orang berpakaian aneh dan lucu, seru juga melihatnya. Dan daun-daun sudah mulai habis berguguran. Foto pohon berwarna-warni yang aku kirimkan sebelumnya, sekarang sudah tidak berdaun.

Hari ini aku mau cerita soal American Value yang lain lagi, yang menurut berbeda dengan kita. Tidak ada yang salah, hanya berbeda.


Wednesday, October 24, 2012

Do'aku

Allah...
Entah kesalahan apa yang pernah kami perbuat, aku merasa kami berada dalam satu lingkaran yang sulit sekali ditembus. Kami cenderung melakukan kesalahan yang sama, seperti yang pernah terjadi dulu. Puluhan tahun yang lalu.

Aku sedih ya, Allah. Gundah gulana, mendengar cerita saudara-saudaraku. Aku berdo'a demi mereka. Lindungi kami, ya Rahman. Hanya kasih sayangMu yang Maha Besar yang bisa menyelamatkan kami. Jangan biarkan kami terperangkap.


Kami sadar, kami bukan manusia bersih. Mungkin jika aku menundukkan diri, memohon ampun kepadaMu sepanjang hari sepanjang tahun, belumlah cukup menghapus semua. Tapi kami juga bukan orang yang tidak paham bersyukur. Terlalu banyak nikmat yang Engkau berikan, kami sadar. Jangan biarkan kami jadi orang-orang yang kufur ya, Allah.


Apalah kiranya yang bisa lakukan demi menjaga keluargaku, ya Rahim? Berilah aku kekuatan menjaga mereka semua. Berilah aku kesabaran membimbing mereka, adik-adikku, yang aku anggap sebagai anak-anakku.


Allah, aku memohon kepadaMu. Jagalah kami di jalan yang lurus. Berilah cahaya di hati kami, berilah kasih sayang di hati kami. Engkaulah yang Maha membolak-balik hati. Jika seluruh alam semesta bisa berjalan begitu teratur di bawah kebesaranMu, semoga Engkau berkenan juga memberi ketenangan di alam pikiran kami. Amin

Sunday, October 21, 2012

It's fall, dear..

Dear ...
Saat ini, ibu sedang menikmati musim gugur. Indah, sejuk dan kadang dingin. Daun-daun berganti warna, menguning, berubah jingga, kecoklatan hingga akhirnya gugur ke tanah. Kamu akan suka melihatnya, it's so amazing.

But... Entah karena suasana musim gugur yang terasa lebih romantis atau memang karena lamanya waktu yang sudah berlalu, ibu mulai rindu. Aku ingat semua tentangmu. Bau harum kopi hangat di pagi hari, panggilan anak-anak dari kamar sebelah bahkan kebodohan-kebodohan yang pernah kita lakukan ^_^

Tapi, ini juga bagian dari cita-cita kita kan, sayang? Masih ingat, dulu kita pernah bermimpi untuk tetap bisa berkarya, melanjutkan sekolah dan menjadi contoh orang tua yang baik. Hanya keadaannya sekarang, aku yang lebih dulu berangkat, sendiri... Semoga, jika ada kesempatan berikutnya, kita akan pergi sebagai keluarga.


Dear...
Do'akan aku, ya. Seperti aku mendo'akanmu dalam setiap sujudku, agar kita bisa menjaga diri dan tetap dalam lindunganNya. Jaga hatimu, jaga langkahmu.
I'll be home again, for you.

Saturday, October 20, 2012

penjelasan

Aku rindu... | rindu seperti apa? katamu| bagaimana bisa aku menjelaskan rasa? sesuatu yang bahkan tidak terdefinisi?| 
jika kamu pernah merasakan rindu yang sama untukku, harusnya kamu tidak perlu bertanya. kamu tau bagaimana indahnya rindu itu.

Friday, October 19, 2012

biru kami


warna itu makin mendekat
belum sempat
aku memberikannya warna
ia berlalu
membekas secercah jejak
tanpa warna

membukanya kembali sang warna
dia biru
ternyata
dia biru, namun sebiru yg tak kuduga
matanya memerah
ada sendu dsana

Saturday, October 6, 2012

A Price for Everything

Awalnya, atau mungkin hingga sampai saat ini, masih banyak yang berpikir bahwa menjadi pihak yang pergi, jauh lebih mudah daripada menjadi pihak yang menunggu. Benarkah? Secara psikologis, menunggu memang jauh lebih membosankan. Lebih membutuhkan kesabaran. Tapi sebegitu mudahkah keadaan bagi pihak yang sedang ditunggu?

Jawabnya, TIDAK. Yang pergi, juga mengalami kerinduan, membutuhkan kesabaran yang sama. Keadaan juga sama beratnya bagi kami. Bedanya, kami yang pergi harus bisa fokus pada satu tujuan yang ingin diraih. Sementara mereka yang menunggu, lebih disibukkan dengan hal-hal domestik lain. Semua akan menjadi lebih baik, jika dari awal kedua pihak mengerti apa yang harus dikorbankan dan bisa ikhlas menjalani keputusan yang telah disepakati.

There is always a price for everything, now I understand. Tanpa disadari, ada banyak hal yang aku lewatkan. Terutama perkembangan anak-anak. Aku tidak di sana, saat ayuk menanggalkan gigi susu pertamanya. Mama yang berperan.
Aku juga baru tau adek sekarang sudah pinter maen game, udah tau mana menang dan kalah, dia bahkan bisa maen game catur. Isn't it wonderful. Kali ini, ayahnya yang sabar ngajarin.

Semoga kita bisa melewati semua rindu ini dengan kesabaran. I love you all, baby.

~ Life is a serial of arrival and departure. I'm grateful that I have always a home to come back. The question is, am I ready to be home?

Tuesday, October 2, 2012

Our storybook



This book is for you, dear baby. I found it in a garage sale for only $3. It's completely new.
I'm glad to know that now you love to read, almost finishing the story book I left at home with you. I hope someday when you're grown up, you'll recall the book as the first book that inspire you to learn a lot more about language. Just as I did.

Disini, saat bertemu seseorang yang baru, mereka biasanya akan bertanya, are you speaking English in Indonesia?