hari ini sebuah kejadian kembali berulang di rumah kedua-ku (baca : kantor). Pencurian. betapa menyedihkan karena hampir 90% terindikasi pelaku-nya adalah orang dalam. pertanyaan berikutnya adalah, kenapa? siapa? tidakkah cukup apa yang sudah diterima dari kantor?
memaknai kata cukup memang tak mudah, namun tidaklah mustahil. selalu ada yang kita butuhkan, atau lebih tepatnya, yang kita inginkan. karena sebenarnya untuk bertahan hidup, kita tak butuh banyak. sepiring nasi sudah lebih. lalu kenapa ada dahaga yang tak pernah terpuaskan? manuasiawi, selalu itu jawaban yang biasa kita dengar sebagai pembenaran. meski ada manusia-manusia yang bisa merasa cukup dengan keberadaannya.
kembali ke pencurian, menurutku inilah kejahatan paling buruk. karena ia mengarahkan orang lain untuk berpraduga, menuduh dan membuat orang terjebak dalam dosa juga. bagaimana dengan membunuh? itu kan, pencurian juga. dalam bentuk lain, mencuri nyawa orang lain. lalu korupsi? itu juga pencurian, mengambil yang bukan hak-nya. mencuri hak orang lain.
manusia memang berproses, tapi alangkah baiknya jika proses itu mengarah ke arah kebaikan, berbagi dalam kebaikan. menyadari betapa rapuh keimanan dan betapa singkat waktu yang kita punya. \mengingat itu semua, kembali kita pada kesadaran yang entah akan bertahan berapa lama. hidup yang sebentar harusnya diisi dengan ribuan kebaikan yang bermanfaat, bagi diri sndiri, bagi keluarga dan orang-orang di sekitar kita. semoga dengan kebaikan yang kita tebarkan, Allah berkenan melimpahkan kasih sayang dan ampunannya. karena hanya itu yang bisa kita harapkan saat ini.
nothing more.
No comments:
Post a Comment