Hari ini, 21 April. Means, hari Kartini, begitu orang Indonesia menyebutnya. Mengapa ia begitu istimewa? Karena ia berbeda dari perempuan-perempuan lain pada jamannya. Kartini mencari jalan keluar, ia tidak nrimo dengan keadaan. Dengan caranya sendiri, ia menunjukkan kepada dunia bahwa perempuan Indonesia mampu berkarya, mampu menjadi partner, penerang. Lalu seperti apa perempuan jaman ini?
Kalau aku boleh mengelompokkan perempuan yang ada jaman ini, maka berikut adalah pembagiannya.
1) perempuan yang bekerja, aktif, pintar namun ambisius. Baginya kerja dan keluarga sama pentingnya. Namun tentu terkadang, ada pihak yang harus mengalah. Konsekuensi tinggi bagi pria yang memilih perempuan jenis ini. Karena ia tidak mudah dilarang, baginya harus selalu ada alasan yang logis. Suami adalah partner bukan majikan.
2) perempuan bekerja yang sekadarnya, hanya untuk aktualisasi diri bukan karir. Keluarga tetap yang utama. Suami senang karena ia akan ada dirumah sebelum suaminya pulang. Ia akan menyiapkan makan malam sebisanya dan mengatur anak-anak. Konsekuensi, pemberi kerja harus siap-siap memberi banyak cuti agar perempuan ini bisa mendampingi anak-anaknya ujian sekolah atau ikut suaminya tugas keluar kota.
3) perempuan rumahan yang sexy, pintar masak dan tau bagaimana menyenangkan suami serta mengurus anak-anaknya dengan baik. Baginya rumah adalah istananya. Konsekuensi, rumah tangga yang aman sentosa tapi suami harus berjuang mencari nafkah sendirian. Istri bukan partner.
Lalu yang bagaimana kah pilihan Anda? Jangan lupa tiap pilihan membawa konsekuensinya masing-masing.
Perempuan-perempuan....! Jadilah Kartini untuk dirimu sendiri, keluargamu dan orang-orang disekitarmu. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
No comments:
Post a Comment