oh, dear.. finally the BIG EMAIL came. It was on the last 30th of April.
I don't know why I stay a bit late at the office and telling myself that I'm sure the email will come today. And WOW... It's true. 16:55 I saw the email on my inbox. Thanks God.
Mungkin karena keyakinanku itu juga, aku ga begitu surprise saat membaca email tersebut. Hanya perasaan lega bahwa akhirnya ada kepastian. I'm now formally selected candidate. Beda dengan saat pertama kali aku baca email panggilan wawancara, yang langsung bikin aku dag dig dug, ga percaya bahwa aku dipanggil. Apapun rasanya, aku sangat bersyukur bahwa perjuangan ini membuahkan hasil.
Aku mencatat semua proses pengiriman berkas hingga akhirnya email kelulusan hari ini:
- someday in oct, aku baca kompas, yang pasang iklan soal beasiswa ini. Entah mengapa hatiku tergerak buat ngecek lebih lanjut persyaratan dan kualifikasinya. Lalu diskusi dengan suami, dia mendukung.
- trus mulai nyiapin berkas, terjemahin akte, ijazah, dll. Mencari tempat tes TOEFL yang certified, karena aku khawatir jika TOEFL ini akan berpengaruh besar. Akhirnya kami putuskan tes di Univ Jambi, diantar suami. Thank you so much, dear.
- tgl 1 Nov, deadline penerimaan berkas. Alhamdulillah terkirim dan diterima tepat waktu.
- tgl 16 Nov, email panggilan wawancara di Jakarta. Nah, aku sampe mau jantungan baca email ini. Karena tidak mengira akan datang secepat ini. Izin sama bos sambil menjelaskan situasinya.
- tgl 8 Dec, datang wawancara ke Aminef. Udah tenang, dan bisa santai ngobrol dengan tim interviewers. Tapi ga begitu yakin bakal diterima karena mereka sepertinya tidak yakin akan kemampuanku.
- tgl 20 Nov. Ternyata aku lulus wawancara. Mereka bilang sekarang aku adalah 'nominated candidate', langkah selanjutnya hanya menunggu keputusan dari Washington DC.
- 30 Mar 2012. Akhirnya ada kabar baru, setelah beberapa bulan kosong. Kami disuruh medical check up. Sibuklah kami semua dengan apa yang harus dites, dimana, vaksin-vaksin, dll. Aku ambil MCU di RS Premier Bintaro dan ketemu Dr. Leni, yang sangat membantu. Meski harus diselingi dengan berbagai insiden kecil. Krn ada libur panjang sementara hasil tes PPD harus dbaca secara fisik dalam 2 hari ke depan. Jadwalku pulang ke Palembang, akhirnya hasil tes PPD di lengan, difoto dan dikirim via BBM ke dokternya. Wkwkwk...
Menunggu.... lagi.
- tgl 25 April. Ada email lagi dari Aminef, eh ternyata hanya disuruh kirim invoice MCU untuk reimbursement. Penonton kecewa.
- Dan 30 April, saudara-saudara... pejuang CCIP, kita akhirnya mendapat berita baik. Terpilih sebagai grantee dan diminta hadir PDO (pre-departure orientation) di Lombok. Mantap...!
Dibalik semua kegembiraan itu, selalu ada friksi-friksi kecil yang mengiringi. Termasuk sulitnya aku mengurus izin cuti dan resign. Tapi kali ini, aku sudah bertekad. Perjuangan ini ga akan sia-sia karena penahanan mereka. Dikasih atau ga dkasih izin, aku berangkat PDO. Setidaknya aku sudah berusaha untuk bicara dan berunding baik-baik. Toh selama ini aku sudah bekerja dengan sangat baik dan kooperatif, namun jika tidak ada imbal yang sama baiknya dari mereka, saya juga bisa pergi dengan cara tidak baik.
Ya begitulah, satu perjuangan hampir usai. Tinggal PDO dan visa. Menghitung hari menuju tiket ke USA.
Mimpi... hanya itu modal kita, dek. Dan untukmu, untuk kita, aku memperjuangkannya. Untuk membuktikan bahwa tidak ada mimpi yang tidak mungkin.
No comments:
Post a Comment