Tuesday, January 3, 2012

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin

Pengarang : Tere Liye

Seorang malaikat yang datang tiba-tiba dalam kehidupan kami, Tania, Dede dan Ibu. Dia yang begitu sempurna, kembali menyemaikan harapan akan hidup yang lebih baik setelah 3 tahun hidup berlalu dalam kepedihan sejak kematian Bapak. Kami yang biasanya harus bekerja seharian, mengamen sepanjang jalan, kini bersekolah lagi. Bisa hidup layak kembali dengan uluran tangannya. Namun, bukan hanya itu yang dia berikan. Tanpa bisa kucegah, benih-benih itu tumbuh dengan indah di hatiku, yang masih gadis kecil berkepang dua.

Untung tak bisa diraih, malang tak bisa dicegah. Saat bahagia itu hampir mekar, ibu berpulang. Kami kembali sendiri, 2 anak kecil yang gemetar menatap masa depan. Tapi malaikat kami meneguhkan, dia membuat kami bertahan bahkan bersinar menjadi bintang yang selalu bisa Ibu banggakan, yang juga ia banggakan. Beasiswa tak putus menghampiriku. Sayang, urusan hati kami ternyata lebih rumit daripada yang kubayangkan sebelumnya.  Aku yang sempat memupuk benih, ternyata harus rela melepasnya saat malaikat kami menikah.

Aku tergugu dalam pilu, meski kemudian berhasil bangkit. Ia yang begitu baik padaku, tak mungkin aku tega membuat semuanya rusak hanya karena cinta seorang gadis kecil berkepang dua, yang kemungkinan besar salah. Yang mungkin hanya obsesi kepada orang yang dianggapnya sempurna. Aku berdamai dengan keadaan, berdamai dengan keluarga barunya. Menerima hidup sebagaimana mestinya. Seperti daun yang tak pernah membenci angin yang menjatuhkannya ke tanah.

Diakhir cerita Tania yang telah berhasil menata hati terpaksa kembali harus bergumul dengan perasaannya, saat ternyata ia tau sang malaikat juga menyimpan rasa yang sama, yang justru lebih parah darinya, tak bisa beranjak dari kenangan meski kini ia sudah menikah. Akhir yang cukup baik, karena Tania bisa beranjak pergi meski luka pasti tetap meninggalkan bekasnya.

~jadi teringat cita-cita yang masih tersimpan, semoga suatu hari bisa terlaksana. Amin

No comments:

Post a Comment