By: Stock Teater & Adler Projekt
Pertunjukan teater ini diadakan di Graha Budaya, TIM Jakarta tanggal 7-8 Januari 2012. Cerita dibuat flash-back. Dimulai dari polisi yang sedang mengintrograsi si pembantu keluarga, Turni. Berkisah tentang kehidupan keluarga modern yang terlihat bahagia namun ternyata rapuh. Ayah dan Ibu yang masing-masing sibuk bekerja dan baru pulang di malam hari. 3 anak dengan masalahnya sendiri. Sulung, yang sibuk dengan band dan kuliah yang kunjung selesai. Si tengah, yang tidak mau sekolah dan menghabiskan waktu di depan teve. Dan si bungsu, yang masih SMA dan terlibat cinta sejenis.
Polisi bertanya dan Turni menjawab dengan paparan cerita. Ayah dan Ibu, masing-masing punya anak kesayangan, sementara si bungsu yang merasa terabaikan akhirnya hamil diluar nikah. Dalam kebingungan, pacarnya menyarankan aborsi. Namun urung karena tidak ingin merasa bersalah seperti yang dialaminya dulu. Ibu sibuk dengan kegiatan arisan dan pacarnya. Ayah juga tidak berbeda, sibuk dikantor dan pacaran.
Klimaks cerita, keluarga ini saling membunuh justru disaat mereka berusaha untuk menyatukan kembali hubungan dengan mengulang foto bersama. Alur dibuat mengalir dan dengan setting yang menawan. (Salut buat tim kreatif). Pemain yang luar biasa (kang epy, ana tarigan, jempol buat mereka semua), membuat pertunjukan selama 2 jam berlalu tanpa kedipan mata.
Pengalaman pertama nonton teater, membuatku bisa memandang hidup lebih mudah. Dengan membayangkan posisi kita sebagai penonton, yang melihat dari jauh, namun objektif. Tidak terlibat dan tidak melibatkan diri. Sangat melegakan andai kita bisa selalu menempatkan diri seperti itu jika ada dalam masalah. Sejenak memejam dan membayangkan diri keluar dari lingkaran. Melihat dari atas, sebagai penonton dan membayangkan apa yang sedang dirasakan dan mentertawakan apa yang dilakukan pemain lain dibawah sana. So, why take it so hard, dear? Just smile.
No comments:
Post a Comment