Wednesday, June 27, 2012

Jakarta Jungle


Itulah yang sering kudengar di banyak media. Tapi tentu tidak sebegitu mudah saya percaya sebelum mengalami sendiri apa yang dimaksud yang tersirat dalam kata-kata itu.

Hampir 8 bulan tinggal di sini, di Jakarta. Sama seperti orang lain, merantau mencari penghidupan, selain niat-niat baik lain yang mengiringi keputusan pindah kerja. Jakarta di mataku adalah kota yang serba ada, kota yang menjanjikan kemudahan bagi orang-orang yang tau bagaimana memanfaatkannya. Tidak semua orang disini bersifat apatis, meski memang sebagian besar demikian. Katakanlah tukang nasi goreng langganan kami, dia baik. Kami kadang2 ngobrol. Masih ada juga orang-orang yang helpful, seperti dokter saat MCU dan karyawan toko yang mau menyimpan dokumenku yang tidak sengaja tertinggal. Tidak lupa keluarga baru-ku di kantor Forclime dan semua orang baik yang tidak bisa disebut satu per satu. Thank you very much for everything.

Banyak juga yang berkata Jakarta terlalu hiruk pikuk dengan gedung-gedungnya tinggi, betul. Tapi jangan lupakan juga taman-taman kota yang masih tersebar di berbagai tempat. Kadang kita terlalu membesarkan masalah tanpa melihat sisi baiknya.

Orang bilang di Jakarta tingkat kriminalitas tinggi. Awalnya tidak kupercaya karena belum pernah merasakan sendiri. Kemana-mana merasa aman saja. Sampai akhirnya keteledoranku membuahkan hasil. Ya sudah, anggap saja sebagai pelajaran berharga agar kejadian yang sama tidak berulang lagi. Inti pesannya adalah ”Don’t make yourself as an easy target”.

Banyak kenangan dan pelajaran yang diperoleh selama disini. Ada juga ironi dan elegi tapi semua bagian hidup. InsyaAllah suatu hari aku akan kembali lagi, sebagai tamu atau sebagai apapun, hanya Allah yang tau.

Foto-foto tempat mainku di Jakarta

~ 2 hari menjelang kepulangan ke rumah.

No comments:

Post a Comment