Wednesday, August 29, 2012

American Value

Everything happens for a reason, thats' Einstein said and I do believe that. Aku selalu percaya bahwa perjalananku kesini, atas izin Allah dengan satu tujuan yang Dia tetapkan. Dia ingin aku belajar, semua hal yang baik dan itu diantaranya nilai-nilai yang dianut orang Amerika.

Belum sebulan aku disini, dear tapi ada sedikit banyak hal yang bisa aku simpulkan dan aku bagi mengenai American Value, yang menurut versiku baik untuk dicontoh.

Pertama, orang Amerika sangat menghargai waktu dan menghormati orang yang tepat waktu. Yang telat akan dianggap 'disrespectful' alias tidak menghormati baik itu dosen, orang yang ada janji ketemu, atau apapun. Dikotaku, bis hanya ada satu jam sekali di tempat perhentian yang ditentukan dan jam yang pasti. Jarang sekali bis ini terlambat, klo kita yang terlambat. Jangan harap akan nemu bis kota atau ojek yang siap mengantar, silahkan jalan kaki atau menunggu bis berikutnya satu jam lagi. Rute bis sudah tetap, tidak akan diganti tanpa pemberitahuan.

Kedua, orang Amerika menjaga kebersihan, diri sendiri dan lingkungan. Mereka menggosok gigi atau makan permen karet setelah makan, gigi mereka semuanya bagus. Mereka juga menyediakan hand sanityzer hampir di semua tempat. Sampah dibagi berdasarkan type, yang bisa didaur ulang dan yang tidak. Jika ada yang melanggar, siap-siap kena denda.

Ketiga, mereka memfasilitasi orang cacat, dengan bis yang sama, dengan pintu bertombol dan kesempatan belajar. People with disabilities will get the help they need. Sopir bus akan dengan senang hati menurunkan bis nya dan membantu memasang seat belt, dll agar mereka bisa duduk dengan nyaman dan aman. Sekolah-sekolah menyediakan alat-alat yang mereka perlukan dan dosennya juga akan memperlakukan siswa tersebut dengan perlakuan yang sama, tanpa pembedaan.

Dan yang paling memberi kesan buatku adalah suasana di Fox Valley Tech itu sendiri. FVTC adalah sebuah community college (bukan universitas), dimana siswa yang mendaftar tidak harus memiliki skor tinggi atau lulus tes, mereka hanya perlu kemauan. Bahkan ada siswa yang berumur lebih dari 50 tahun, tidak ada pembatasan. Hanya ada tes dasar, yang bukan untuk menentukan siswa boleh belajar atau tidak, tapi untuk memperoleh informasi level mana siswa ini bisa ikut. Jika hasil tes sangat rendah, mereka diwajibkan ikut kelas persiapan.
Ilmu yang diajarkan di community college kebanyakan praktek, meski ada juga yang teori. But believe me, bahkan kelas teori nya pun tidak akan membuat kita mengantuk. Dosennya sangat inspiring dan berdedikasi. Mereka tidak akan menyuruh kita membaca dan mengerjakan tugas tapi juga menjelaskan mengapa ilmu itu akan berarti bagi hidup kita kelak. Dosen kewirausahaan, haruslah punya pengalaman wirausaha. Dan begitu juga dosen yang mengajar Bisnis, harus punya 6 kredit yang menyatakan beliau pernah terjun langsung dalam dunia bisnis. Sertifikasi ini selalu dievaluasi setiap 5 tahun. Such a good idea to be implemented in our own country.

Oia, menurutku orang Amerika agak individual meski mereka sama sekali tidak keberatan jika kita bertanya atau minta bantuan. Pernah sekali waktu, aku ke thrift store (toko yang jual barang second hand) dan ada bapak-bapak yang lagi bawa lemari. Disini kan semuanya self-service, bapak itu bawa lemarinya sendiri ke tempat parkir. Karena aku liat dia bakal kesulitan buka pintu, aku bantuin. Dia yang kaget dan sampe bilang terima kasih berkali-kali. Sebegitu langka kah orang yang ringan tangan disini?



No comments:

Post a Comment