Monday, January 2, 2012

Khadijah- Mahadaya Cinta


Pengarang:

Adalah seorang Laila, perempuan muda yang terlanjur kaya, jatuh cinta kepada seorang Nahar, pemuda pekerja biasa. Cinta keduanya berbalas, namun masih tergugu dalam ragu karena menginginkan cinta yang lebih agung dan indah, layaknya cinta bunda Khadijah dan nabi Muhammad.

Setting cerita pada wilayah yang digambarkan mirip dengan situasi Timur Tengah , padang pasir dan seringkali pada indahnya senja. Novel ini berisi sejarah kehidupan nabi dengan bunda Khadijah namun dikemas dalam bentuk dongeng nenek kepada cucunya. Laila disebutkan tinggal sebatang kara dengan perempuan tua yang sudah mengasuhnya sejak kecil, yang selalu ingin melihat matahari terbenam setiap petang sambil bercerita kepada Laila. 

Tentang bunda Khadijah, tentang masa mudanya, dan sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan kegalauan Laila. Dengan maksud agar Nahar juga memiliki pemikiran yang sama tentang bagaimana cinta yang agung, Laila mengundangnya ikut mendengarkan kisah dari sang Nenek. Cerita mengalir baik, dengan selang-seling kisah nabi dan cerita Laila.

Namun sayang, ujung cerita ditutup dengan Laila yang ditinggalkan sang kekasih, karena berpikir ia belum pantas dan belum memiliki keagungan cinta untuk dipersembahkan. Laila menunggu dalam kesendirian sampai tua. Kesamaan akhir cerita antara sang nenek dan Laila, menurutku justru mengganggu.

2 comments:

  1. Terima kasih sudah membaca dan mereview-nya

    Salam erat :)

    ReplyDelete
  2. Sama-sama, pak! Seneng banget bisa dikasih komen sama penulis. Feel free to give more comments on my writing.

    Salam

    ReplyDelete