Apa kiranya yang lebih buruk dari kemarahan? Dulu aku berpikir marahlah, tahap emosi yang paling tidak enak untuk dihadapi, tapi ternyata ada lagi yang lebih dari itu. KECEWA. Iya, kecewa. Kamu tau bagaimana rasanya kecewa, teman? Sungguh tidak enak. Mungkin jika dalam keadaan marah, kita akan lebih mudah melampiaskan dan karenanya energy marah yang meluap akan lebih mudah terhapus. Tapi kecewa memiliki efek yang lebih dalam. Tidak terlihat seperti marah yang meluapkan energy, kecewa justru menyurutkan. Mengendap ke dalam, menghapus minat dan menimbulkan sedih. Okelah, mungkin itu semua hanya emosi, namun efek yang paling parah buatku adalah menaikkan asam lambung. Hufh… I really don’t like it.
Sama seperti sisi kehidupan lainnya. Kecewa juga punya rumus tersendiri. Ia berbanding lurus dengan harapan. Semakin besar harapan, maka semakin besar pula kecewa yang kita dapat. Tapi salah siapa? Aku yang bodoh karena berharap? Atau dia yang ingkar setelah memberi harapan? Ah, sudahlah tak penting lagi itu sekarang. Aku hanya butuh waktu untuk me-recover diri dari kekecewaan. Ces’t la vie.
No comments:
Post a Comment