Saturday, September 29, 2012

Adek

Suatu pagi, adek nelpon lewat Skype. Begini kira-kira ini percakapan kami:
"Adek, udah mandi?"
"Belum, ibu."
"Kok belum, dek?"
"Semalem badan adek panas, bu. Kato nenek mama, adek dak usah mandi dulu"
"Oh, ya udah ga apa ga mandi. Tapi sikat gigi dan cuci muka ya, dek. Biar tetap cantik. Kan malu klo ketauan ga mandi"

Dan kemudian dia tertawa. Kami berbicara hingga beberapa menit kemudian dia bilang 'udah dulu ya, bu.
Iya, dek. Baek-baek, banyak minum biar badannya ga panas lagi. Besoknya, aku denger dari ayahnya, adek  dibawa ke RS karena panasnya tinggi dan tak kunjung turun. Dokter di RS menyarankan adek di opname biar lebih gampang dikontrol. Allah... kasian anakku.

Aku membayangkan ada infus yang dipasang di tangan kecilnya, tangan bayiku. Kenapa harus di opname? Jika aku yang disana, opname adalah pilihan terakhir yang akan kuambil. Karena aku tau anakku, panas tinggi memang bikin panik tapi orang tua tidak seharusnya panik. Jika panas belum lebih dari 3 hari, dan masih bisa makan dan minum, anak2 masih bisa kita rawat sendiri dengan obat penurun panas, kompres dan banyak minum air putih. Tapi aku mengerti kondisi disana sekarang. Mama repot juga dengan adek bayi, uyang. Dia juga lebih gampang cemas. Makanya mama pasti yang nyuruh ayah ngajak adek ke dokter. 

Dek, ibu masih ingat betul bagaimana kita melewati malam-malam tersulit di awal hidupmu. Adek diare waktu berumur belum 40 hari. Ibu udah bawa adek ke dokter, dan kita udah minum obat. Tapi diare adek belum juga membaik. Dokter sudah menyarankan adek di opname tapi ibu ga tega. Ibu yakin kita bisa bertahan. Mama juga udah khawatir banget dan ga sanggup lagi nemenin ibu merawat adek yang masih terus buang air. Sepanjang malam, ibu memelukmu sambil berbisik, menyemangati. Saat adek tertidur, ibu berzikir, memohon kepada Allah agar memberi kita kesempatan. Mungkin kita hampir tidak tidur selama 2-3 malam karena tiap kali adek minum sesuatu, ga lama kemudian adek buang air lagi. Setelah beberapa hari adek membaik. Dengan pertolongan Allah, tanpa opname. Ibu bersyukur, nak karena keyakinan ibu benar. Ibu tidak membiarkanmu dirawat di RS.

Tapi sekarang ibu tidak berada di dekatmu, maaf ya sayang. Ibu harus mempercayakan perawatanmu kepada Mama dan Ayah. Ibu yakin Allah akan melindungi anak ibu. Tidak lama lagi, nak. Ibu akan pulang. Dan seperti janji kita, ibu nanti akan nganter adek ke hari pertama adek masuk TK. InsyaAllah. Adek bisa merasakan hati kita tidak pernah jauh. Cepat sembuh ya, doa ibu selalu bersamamu. 


No comments:

Post a Comment