Kita semua terhubung bagai benang beraneka warna. Yang saling melilit, saling menjalin, lingkar-melingkar. Indah. Sama sekali tidak rumit. Kehidupanmu menyebabkan perubahan garis pada hidup orang lain, kehidupan orang lain mengakibatkan perubahan garis kehidupan orang lain lagi, begitu seterusnya. Kemudian entah pada siklus ke berapa, kembali ke garis kehidupanmu. Siklus sebab akibat itu sudah ditentukan. Tidak ada yang bisa merubahnya selain satu, yaitu Kebaikan. (part of 'Rembulan tenggelam di wajahmu')
Dulu, saya berusaha menghapus tato jelek yang tercetak dipundak kanan saya. Berjalan ke tempat dimana tidak satu orangpun yang mengenali. Berharap dengan itu semua, saya akan menjadi diri sendiri tanpa embel-embel apapun. Tapi saya sesungguhnya lupa, bahwa kita tidak pernah bisa mengingkari apa yang mengalir dalam darah. Karena perjalanan itu malah sebaliknya, menunjukkan bahwa saya adalah anak Bapak yang sebenarnya. Dimana separuh darahnya mengalir dalam tubuh, dimana separuh cara berpikirnya berdiam dalam kepala dan separuh kenakalannya juga terwarisi kepada saya.
Lalu saya bisa apa selain bersyukur? Karena lahir sebagai saya yang sekarang. Pupus sudah amarah karena saya menyadari bahwa sesungguhnya begitulah jalannya. Begitulah Allah memberikan saya hidup. Menjadi sebab-akibat bagi orang lain. Namun sungguh, membalik takdir dengan berbuat kebaikan, alangkah beratnya.
No comments:
Post a Comment