Seseorang berjalan ke arahku. Tanpa melirik tapi aku tau dia melihatku. Dia berjalan lurus. Hanya lurus, jelas mengerti tempat yang ditujunya. Aku juga masih duduk diam di kursi taman, sambil tetap memegang buku yang kubaca. Tetap membaca, berpura-pura tidak melihatnya.
Dia tiba-tiba berhenti, tepat dihadapanku. Mengambil tempat duduk disampingku. Duduk sempurna. Membuka tas yang sejak tadi bergantung di punggungnya. Ini buatmu, katanya tanpa ekspresi. Mengulurkan sebuah bungkusan kepadaku. Aku menggangguk, pelan berucap terima kasih.
"Kau baik-baik saja?" katanya. Aku kembali menggangguk. Kami berbicara seperti orang asing yang baru bertemu. Mungkin waktu yang membuat jarak. 5 tahun tanpa pertemuan yang membekukan. Padahal andai kalian tahu, semalam kami bercerita. Jarak jauh, hanya lewat kata dan kadang suara. Namun jauh lebih indah, lebih penuh rasa. Mungkin memang baiknya kami tidak usah pernah bertemu.
Tapi aku berpikir, ini bisa jadi kesempatan pertemuan kami yang terakhir. Karenanya, aku meminta dia kesini. Aku ingin melihat wajahnya sekali lagi. Menyimpannya lekat dalam ingatan. Entah berapa lama, ingatan itu akan bertahan, tergerus waktu, tertimpa ingatan-ingatan baru. Namun aku selalu berpikir, ingatan tentangnya selalu terasa baru dalam memori-ku. Seperti terjadi kemarin, padahal jalinan cerita kami sudah terangkai sejak 5 tahun yang lalu.
~to be continued
No comments:
Post a Comment