(review-nya versi Jenny ya)
Main cast: Natalie portman, Mila Kunis
Cerita tentang seorang ballerina yang sangat terobsesi menjadi bintang utama sebuah pertunjukan. Meski sebenarnya Nina (Natalie) memang berbakat, tapi ternyata dibutuhkan lebih dari sekedar bakat untuk bisa menjadi sang Ratu Angsa. Dimana sang Ratu, dikisahkan adalah seorang putri yang dikutuk. Kutukan tersebut akan hilang jika ada pangeran yang mencintainya dengan tulus. Ratu Angsa mepunyai saudara kembar yang jahat, merayu sang Pangeran. Hingga kutukan itu gagal diluruhkan. Ratu Angsa putih akhirnya mati bunuh diri. Karena dibuat kembar, maka peran ratu Angsa dan Angsa hitam, dilakukan oleh satu orang.
Nina yang terobsesi menjadi sang Ratu, akhirnya mendapatkannya. Latihan yang berat, dan semua kekhawatiran merubahnya, menjadi seorang yang phobia. Persaingan dalam mendapatkan peran tsb juga tidak terhenti meski peran utama sudah ditetapkan. Lily (Mila kunis) terus mencoba mencuri kesempatan. Semua cara dihalalkan agar dapat menjadi ratu. Agak sulit membedakan mana kejadian yang nyata dan mana yang hanya ada dalam pikiran Nina. Karena semua dibuat hidup. Lily yang lesbian, Nina yang mencakar dirinya sendiri saat tidur. Mungkin benar jika kebanyakan pengamat film yang menyatakan bahwa film ini terlalu terfokus pada Natalie, bukan pada keutuhan cerita. Tapi apapun itu, film ini berhasil membuat Natalie mendapatkan Golden Globe award sebagai aktris terbaik. Obsesi memang membuahkan hasil.
No comments:
Post a Comment